oleh

Polresta Denpasar kembali Menang Gugatan Praperadilan yang Diajukan Agung Mahendra

Denpasar, Lintasnusanews.com – Polresta Denpasar memenangkan gugatan praperadilan yang diajukan Anak Agung Mahendra, penanggungjawab usaha pelatihan trading di Denpasar.

Sebelumnya Anak Agung Mahendra mempraperadilakan Polresta Denpasar lantaran dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan.

“Sudah diputuskan dalam sidang hari ini, gugatan praperadilan yang mereka ajukan ditolak oleh hakim,” kata Kanit IV (Tipidter) Satreskrim Polresta Denpasar Iptu M. Reza Pranata saat dikonfirmasi, Rabu (16/2/2021).

Ini untuk kedua kalinya hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh Anak Agung Mahendra Putra.

Sebelumnya, Anak Agung Mahendra juga melakukan upaya mempraperadilakan polisi atas dugaan pelanggaran prosedur penangkapan, penggeledahan dan penyitaan barang bukti.

Menurut Iptu Reza, dengan ditolaknya gugatan praperadilan telah membuktikan jika upaya yang dilakukan oleh polisi dalam menangani kasus ini sudah sesuai dengan prosedur.

Dijelaskan, sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka pihaknya terlebih dahulu melakukan serangkaian proses dimulai dengan penyelidikan, dilanjutkan dengan proses penyidikan.

Ketika terbukti ditemukan adanya tindak pidana, satu bulan kemudian pihaknya kembali melakukan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka terhadap orang tersebut.

“Jadi perlu saya tegaskan bahwa hal ini tidak saja fokus kepada perkara hari ini. Tapi semua penanganan perkara kami lakukan sesuai prosedur,” tuturnya.

Kronologis Polresta Denpasar Menangkan Gugatan Praperadilan

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika polisi menerima aduan masyarakat yang mengaku menjadi korban penipuan dengan terlapor Anak Agung Mahendra.

Tim Opsnal Tipidter Satreskrim Polresta Denpasar lalu menindaklanjuti dengan mendatangi sebuah villa di seputaran Seminyak, Kuta, Badung, Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 18.30 Wita.

Polisi yang datang bersama lembaga pendidikan tinggi (Dikti) menemukan beberapa orang tengah melakukan aktivitas pelatihan trading. Atau jual beli instrumen investasi dalam jangka waktu singkat yang diduga ilegal.

“Ada sekitar 15 orang saat itu tengah mengikuti pelatihan. Setelah kami bertanya dan pihak Dikti menjelaskan, lalu kami minta agar kegiatan tersebut dihentikan,” terangnya.

Di sana polisi kemudian mengamankan beberapa barang seperti whiteboard, alat tulis dan barang lain. Barang tersebut terkait dengan pelatihan lantaran penyelenggara pelatihan tak mampu menunjukkan izin resmi.

Selain itu, polisi juga meminta agar Agung Mahendra selaku orang yang bertanggungjawab dengan pelatihan trading datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya