oleh

Kapolda Bali Ingatkan Aparat Antisipasi Kerawanan Pemilu 2024

Karangasem, Lintasnusanews.com – Kapolda Bali Irjen Pol Ida Bagus Kade Putra Narendra mengingatkan aparat keamanan dan penyelenggara pemilu mengantisipasi kerawanan Pemilu 2024. Menurut Putra Narendra, Provinsi Bali termasuk dalam kategori wilayah rawan sedang dengan skor 38,80%.

“Berdasarkan indeks potensi kerawanan pemilu (IPKP) yang ditetapkan oleh Mabes Polri, Provinsi Bali termasuk dalam kategori wilayah rawan sedang dengan skor 38,80%. Namun saya berpesan agar situasi kamtibmas yang cukup tenang ini jangan sampai membuat kita terlena dan tidak waspada,” ungkap Irjen Pol. Putra Narendra saat Focus Group Discussion pengamanan pemilu di Karangasem, Jumat (17/11/2023).

Kapolda Bali mengaku, telah mengeluarkan 10 Commander Wish sebagai pedoman bagi personel dalam melaksanakan berbagai tugas. Salah satunya, mengamankan rangkaian pemilu 2024 dengan memantapkan netralitas Polri dalam pemilu tahun 2024.

“Jalin koordinasi dan kerja sama yang baik dengan TNI, pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas maupun gangguan pemilu. Saat ini kita sedang berada pada tahap pendaftaran dan penetapan calon Presiden, Wakil Presiden dan calon anggota Legislatif yang akan berlangsung sampai tanggal 25 November 2023,” katanya.

Menurutnya, aparat keamanan memback up penyelenggara pemilu dan pengawalan distribusi logistik pemilu. Selain itu tim siber Polda Bali juga selalu melakukan patroli siber untuk mengantisipasi hoaks.

“Kami memiliki tim siber di Ditreskrimsus Polda Bali, untuk menangani adanya hoax maupun ujaran kebencian di media sosial,” ujarnya.

Selain itu, aparat perlu mengantisipasi ketidaknetralan penyelenggara pemilu, ASN, TNI maupun polri dalam keberpihakan terhadap salah satu pasangan.

Tak hanya itu, hal yang perlu diantisipasi juga adanya ketidakakuratan data DPS maupun DPT pada saat pemuktakhiran data pemilih. Karena hal itu menjadi potensi kerawanan saat pemilu 2024. Potensi ini bisa menjadi mainan isu hoax di media sosial.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media-media, khususnya media sosial yang mengandung hoaks. Cari informasi terkait kebenaran informasi tersebut,” harap Irjen Putra Narendra.

Potensi Kerawanan Pemilu 2024

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Karangasem, AKBP Ricko A. A Taruna mengaku, pengamanan pemilu 2024 menurunkan 774 personil yang tersebar di 9 polsek.

Sementara terkait kerawanan pemilu, pihaknya mengantisipasi sejumlah konflik sosial di masyarakat yang terjadi. Seperti sebelumnya konflik di Desa adat Bugbug dan Desa Adat Selumbung diantisipasi, karena adanya tokoh-tokoh politik diantara dua kelompok. Sehingga berpotensi dibawa ke ranah politik yang menghambat kelancaran tahapan pemilu.

“Potensi kerawanan yang terjadi saat pemilu, adanya potensi tindak pidana pencurian terhadap sarana dan prasarana yang digunakan oleh KPU. Adanya potensi kekurangan logistik pemilu. Adanya potensi pengerahan dan intimidasi terhadap asn untuk memenangkan salah satu paslon. Serta penyalahgunaan fasilitas negara,” kata Ricko.

Rocko juga memaparkan sejumlah konflik internal partai politik peserta pemilu.

“Adanya potensi konflik internal partai politik. Sehingga membuat kelompok-kelompok pendukung masing-masing paslon. Adanya potensi money politik, kampanye hitam, pengerusakan atau pencurian APK, politik identitas yang mengarah sara serta gesekan antar pendukung.

Tak hanya itu, Ricko juga menambahkan, “Adanya berita hoaks disetiap tahapan pemilu baik melalui medsos maupun selebaran. Potensi ketidak puasan terhadap jadwal kampanye, lokasi kampanye, lokasi pemasangan APK. Serta selebaran gelap yang menimbulkan bentrokan antar pendukung,” pungkas Ricko. (edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya