oleh

Diduga Tertipu Investasi Bodong, Puluhan WNA di Bali Merugi Miliaran Rupiah

Denpasar, Lintasnusanews.com – Kasus investasi bodong di Bali kembali mencuat, setelah puluhan warga negara asing diduga tertipu investasi property Golden City. Kasus ini terungkap ke media setelah sejumlah pengacara Kantor Malekat Hukum Law Firm dipanggil ke Polda Bali.

Kantor Malekat Hukum Law Firm yang menerima pengaduan seorang warga negara Amerika, Christopher Smith. Kasus ini kemudian diusut kuasa hukum pelapor dengan mengumpulkan bukti dan keterangan, sebelum akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Bali.

Salah satu kuasa hukum korban, Reinhard R. Silaban yang ditemui jelang agenda pemeriksaan konfrontir antara pelapor dan terlapor membenarkan kerugian puluhan milar rupiah. Menurutnya, kasus investeasi property yang diduga bodong ini menimpa sejumlah bule Amerika, Australia, Jerman, dan Inggris pada bulan Mei lalu.

Reinhard menuturkan, kasus ini terungkap ketika salah satu klien nya datang ke Sumbawa NTB pada tahun 2020 lalu. Klien nya dijanjikan pembangunan proyek Golden City yang ditawarkan Direktur PT Bumi Kristal Smbawa, Yansen Barry.

“Saat melakukukan kunjungan investigasi ke Sumbawa pada awal tahun 2020, klien kami tidak melihat adanya kemajuan dalam pembangunan yang dijanjikan. Dan tanah yang dijaminkan untuk proyek tersebut masih berada di bawah kepemilikan orang yang tidak teridentifikasi. Kemudian, saudara Yansen Barry,  tidak memberikan akses kepada klien kami untuk mengakses properti yang dijaminkan. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan akan adanya penipuan.” tutur Reinhard saat ditemui jelang pemeriksaan di Polda Bali, Selasa (12/12/2023).

Menurut Reinhard, modus penipuan berkedok investasi properti Golden City telah mengakibatkan para klien nya merugi hingga puluhan miliar rupiah. Kasus ini telah dilaporkan Kantor Malekat Hukum Law Firm ke Polda Bali, dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/396/VII/2023/SPKT/POLDA BALI.

Salah satu investor dari Golden City telah melaporkan kerugian yang dialami mencapai 500.000 USD atau sekitar Rp7,5 milyar.

Baca juga: Konfrontasi Kasus Dugaan Investasi Bodong di Poda Bali Gagal

Dugaan Investasi Bodong Menimpa 62 WNA di Bali

Reinhard mengaku kantornya telah mendapatkan surat kuasa dari ke 62 investor lainnya. Para investor yang diduga tertipu investasi property bodong itu, berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Australia, Jerman, dan Inggris.

“Dugaan penipuan ini melibatkan para terlapor, yaitu Saudara Brett Sorensen dan Saudara Yansen Barry. Yang diduga telah membujuk para calon investor dengan janji sewa selama 99 tahun dan pembangunan proyek Golden City, yang terdiri dari kurang lebih 300 unit rumah atau hunian,” jelas Reinhard.

Kantor Malekat Hukum Law Firm and Partner’s telah mengidentifikasi, dugaan penipuan ini disebarkan terlapor melalui melalui brosur yang didistribusikan di cafe kawawan wisata Ubud dan Canggu. Salah satu korban terbujuk oleh bujukan Saudara Brett Sorensen dan akhirnya mentransfer uang sekitar 7,5 miliar Rupiah ke PT Bumi Kristal Sumbawa pada tahun 2018 lalu.

“Sebelum melakukan pembayaran, para terlapor menjamin akan segera memulai proyek Golden City setelah pembayaran tersebut. Namun, setelah pembayaran, mereka menyatakan bahwa mereka harus mengumpulkan dana tambahan dari investor lain sebelum memulai pembangunan,” kata Reinhard.

Sementara salah satu kuasa hukum lainnya, Bening Dian Pertiwi berharap agenda konfrontasi dihadiri terlapor. Sehingga nantinya keterangan pelapor dan terlapor dikonfrontasi, demi membuka kasus ini terbuka ke publik.

“Iya kita dipanggil dalam agenda konfrontasi. Nanti setelah konfrontasi akan kami jelaskan ke rekan media ya. Kami berharap terlapor hadir, sehingga kasus ini menjadi terang benderang,” ujar Bening.

Kuasa Hukum Golden City Minta Penyidikan di Polda Bali Ditunda

Sebelum mendatangi Polda Bali, tim kuasa hukum mendampingi klien nya ke Konsulat Jenderal Amerika di kawasan Renon Denpasar. Dua orang korban yang datang ke Konjen Amerika masing-masing, Mimi Aye dan Piotr Bracichowicz. Mereka menyerahkan surat permohonan atensi dari perwakilan negaranya di Bali.

Kuasa Hukum Golden City, Togar Situmorang mengaku hingga pagi ini Selasa (12/12/2023 pihaknya belum mendapat informasi dari klien nya. Togar juga meminta agar pelapor membuktikan kerugian yang dilaporkan ke Polda Bali.

“Hanya ada agenda jadwal klarifikasi terhadap terlapor Brett klien kami di penyidik Polda Bali. Saya juga minta pelapor membuktikan laporannya 7 miliar itu. Media juga jangan menyebut korban, karena belum dibuktikan. Kalau disebut korban, merugikan nama baik klien saya sebagai pengusaha,” kata Togar.

Togar mengaku tidak menerima informasi dari tim penyidik Polda Bali, namun klien nya atas nama Barry alias Brett dikonfrontir dengan Joe dan Chris.

“Ini kami keberatan, harusnya penyidik kirim surat resmi dulu ke kami selaku kuasa hukum. Sehingga ada transparasi kasus ini. Kita harapkan penyidik Polda Bali harus transparasnsi tekait masalah yang dilaporkan pelapor. Dengan adanya agenda konfrontir tanpa kami tahun, kami keberatan. Kita minta penyidik Polda Bali netral, tranparan dan profesional. Polda Bali harus menegakkan aturan hukum yang sesuai,” tegasnya.

Togar juga meminta agar penyidik Polda Bali menunda proses penyidikan kasus ini, karena pihak pelapor telah menggugat klien nya di Pengadilan Negeri Gianyar.

“Saya sudah bersurat secara resmi ke Polda Bali dalam hal ini Kapolda dan penyidik. Karena itu kami minta pihak pelapor yang sudah masukkan gugatan resmi ke Pengadilan Gianyar, proses hukum di Polda Bali wajib ditunda. Akan aneh kalau pihak Polda Bali memanggil klien saya untuk dikonfrontir. Apalagi tanpa surat resmi ke kuasa hukum,” pungkasnya. (edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 komentar

Berita Lainnya