oleh

Anggota DPRD Polisikan Bupati Sikka

Maumere, LNN – Anggota DPRD Sikka, Siflan Angi, melaporkan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Idong ke Polres Sikka, Kamis (15/08/2019) siang. Kuasa hukum Siflan, Stefanus Roy Rening meminta polisi tidak membuat rumit, karena tuduhan Bupati Sikka terkait dugaan “Mark up” dana tunjangan perumahan dan transportasi, telah memenuhi unsur pidana.

“Tuduhan Bupati Sikka sudah terpenuhi, sehingga polisi jangan bikin rumit,” ujar Roy Rening.

Mantan pengacara almarhum Tibo Cs ini mengatakan, dugaan pidana itu sudah absolut, dengan adanya pengakuan oleh bupati yang telah meminta maaf kepada DPRD dalam rapat konsultasi beberapa waktu lalu. Selain itu, diperkuat dengan adanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang menyatakan tidak adanya temuan tunjangan  tranportasi  dan perumahan, sehingga unsur pasal 311 KUHP terpenuhi.

“Bupati sudah mengakui kesalahan, yang disampaikan dalam rapat konsultasi bersama  DPRD, itu artinya  bupati dapat dijerat dengan pasal 311 KUHP.” tegas Roy.

Sementara Siflan Angi yang dituduh melakukan “Mark up” dana tunjangan perumahan dan transportasi,  merasa martabatnya sebagai anggota DPRD Sikka dan secara pribadi, dilecehkan oleh Bupati Sikka.

Menurut Siflan, dirinya telah berupaya untuk menahan diri lantaran belum adanya audit  oleh BPK. Namun setelah tanggal 28 Juni 2019 Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP) BPK diterima Pemda dan  tidak memuat adanya penyimpangan seperti yang dituding Bupati Sikka.

“Saya coba menahan diri karena belum adanya audit oleh BPK tentang  dana tunjangan perumahan dan transpotasi. Namun setelah adanya LHP BPK yang menyatakan tidak adanya temuan mark up dana  tunjangan itu oleh DPRD maka saya melaporkan bupati Sikka ke polisi.” jelas Siflan.

Siflan yang juga ketua Fraksi Partai Nasdem menjelaskan, dalam konsultasi pimpinan DPRD dan fraksi dalam ruang rapat bupati Sikka, Rabu (24/07/2019) lalu, Roby Idong selaku Bupati menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan menyampaikan dana tunjangan perumahan dan transportasi.

“Pada saat rapat diruang bupati,  bupati menyampaikan permintaan maaf kepada institusi DPRD. Tapi saya bilang, secara lembaga kami maafkan, namun secara pribadi, saya sudah malu.” ujarnya.

Siflan menambahkan, anggota DPR lainnya juga berkeinginan mengadukan bupati Sikka ke polisi, namun  para anggorta DPRD Sikka masih harus berembuk bersama  terlebih dahulu.

“Teman – teman anggota DPR juga ingin mengaduan bupati Sikka kepolisi, tapi mereka masih harus duduk bersama untuk berembuk. Tetapi itu urusan mereka, kalau saya tidak. Saya tetap lapor.” tegas Siflan.

Siflan juga berharap  laporannya dapat lebih cepat di proses. Siflan juga meyakini, polisi akan bekerja secara professional dalam menangani setiap laporan.

“Saya berharap laporan ini lebih cepat diproses . saya yakin polisi bekerja sangat baik dalam menangani setiap laporan.” pungkas Siflan. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya