oleh

Hadirkan Gigolo, Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan SPG Mobil di Penginapan Teduh Ayu

Denpasar, LNN – Aparat Polresta Denpasar Bali, menghadirkan tersangka Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu (33), dalam rekonstruksi kasus pembunuhan SPG mobil, Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Keboiwa Utara, Denpasar Bali, Rabu (21/08/2019) siang. Dalam adegan ke 28 hingga 31 terungkap, pelaku yang mengaku gigolo itu mencekik leher korban karena jengkel diledek tak bisa memuaskan hasrat seks korban.

“Pada adegan ke 28 sampai 31, diceritakan jika korban jengkel dan menampar pipi tersangka karena tersangka tidak bisa memuaskan saat berhubungan. Tersangka lalu mencekik korban hingga tak bergerak. Setelah itu tubuh korban diletakkan di atas tempat tidur dan mulutnya ditutup handuk,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Rabu (21/08/2019) siang di Denpasar.

Tersangka yang sebelumnya dibekuk di Manado, Sulawesi Utara karena kabur usai membunuh korban, dibawa ke TKP untuk proses reka adegan. Dalam reka adegan rekonstruksi, korban diperankan oleh seorang anggota Polresta Denpasar.

Adegan dimulai dengan kedatangan tersangka bersama korban ke penginapan untuk check-in. Usai membayar, keduanya langsung menuju kamar nomor 8 yang terletak di samping belakang kantor penginapan.

Gus Tu tampak lancar ketika disuruh menceritakan kronologi dalam reka ulang kejadian yang dihadiri pihak Kejaksaan Negeri Denpasar tersebut. Rekonstruksi yang dimulai pukul 09.30 WITA itu, terungkap 44 adegan sejak korban dan pelaku tiba di penginapan Teduh Ayu hingga pelaku meninggalkan penginapan.

Usai menghabisi nyawa korban, tersangka pergi dengan membawa mobil Suzuki Ertiga warna putih milik korban. Oleh tersangka mobil tersebut kemudian digadaikan ke temannya sebesar Rp10 juta.

Kompol Wayan Arta menjelaskan, rekonstruksi digelar untuk mengungkap bagaimana saat tersangka menghabisi korban. Hal ini dilakukan karena saat peristiwa berlangsung tidak ada saksi yang melihat.

“Terkait motif, tersangka mengaku tersinggung dan emosi dengan perkataan korban, dan memang benar saat itu tersangka sempat ditampar oleh korban,” jelas Kasat.

Mantan Kapolsek Kuta Utara ini menambahkan, dalam waktu dekat tersangka akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar, setelah semua berkas dinyatakan lengkap (P21) untuk proses sidang di Pengadlan Negeri Denpasar. (AW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya