oleh

Tukang Ojek Perkosa Siswi SMU di Maumere

Maumere, LN – Seorang siswi kelas 2 SMU Negeri di Maumere, NTT (sebut saja Bunga) menjadi korban pemerkosaan driver ojek Rabu (19/06/2019), sebuah kali saat korban diantar pelaku ke sekolah. Pelajar asal Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok itu terpaksa menyerahkan perawannya karena diancam dibunuh oleh pelaku dengan sebilah belati.

“Peristiwa pemerkosaan terhadap  seorang anak dibawah umur yang masih duduk di bangku pendidikan  di salah satu sekolah di Maumere, dilaporkan  seorang pria ke Polres Sikka sekitar pkl. 09.00 wita.” ungkap Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, Rabu (19/6/2019) siang.

Rickson menjelaskan,  sekitar pkl 07.45 wita, korban menumpangi ojek ke sekolah,  namun sebelum tiba di sekolah, korban di turunkan di kali dekat kompleks sekolah. Pelaku mengajak Olivia  untuk berhubungan badan, Lantaran di tolak, pelaku langsung menodongkan sebilah belati  dan mendesak korban untuk melayani nafsu birahinya.

“Pagi hendak kesekolah (Bunga,red) menahan seorang ojek yang sedang melintas di jalan umum, namun sampai di kali mati korban diturunkan dan diajak untuk berhubungan badan. Ajakan pelaku ditolak korban. Karena ditolak korban diancam dengan pisau. Takut dibunuh korbanpun menuruti permintaan  pelaku.” papar Rickson.

Peristiwa yang menimpah anak dibawah umur itu juga diketahui sejumlah warga Jalan Diponegoro,Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, diantaranya Maria Katartika (18), dan Helmina Tola (14) yang kini telah dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi. Setelah diperkosa, korban melarikan diri kerumahnya dalam kondisi telanjang.  Kasus ini dilaporkan ke Polres Sikka dengan nomor laporan, LP / 52 / VI / 2019 / NTT / Res Sikka, oleh Kanisius yang saat itu juga melihat korban berusaha mencari perlindungan.

“Usai di perkosa korban langsung melarikan diri kerumahnya,  pihak keluarga yang melihat kondisi korban itu kaget dan diketahui kalau korban di perkosa. Sontak pihak keluargapun  langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Sikka.”jelas Rickson.

Warga Kelurahan Kota Uneng,  mengecam keras perilaku ojek yang memperkosa  siswi anak dibawah umur ini. Warga meminta polisi, agar pelaku segera di tangkap dan diproses dan dihukum seberat-beratnya.

“Ojek itu harus segera ditangkap, di proses dan harus dihukum yang berat. Anak yang sedang mengejar masa depannya direnggut kegadisannya pagi – pagi, ini sangat kejam yang dilakukan manusia bejat itu.” ujar Renol da Chunha, salah seorang warga setempat.

Renol meminta aparat kepolisian resort Sikka agar tidak memberi ampun kepada pelaku  yang telah merusak masa depan generasi muda. “Kalau ditangkap sebaiknya diarak keliling kota supaya ada efek jera dan menjadi peringatan bagi ojek yang lain yang beroperasi di kota Maumere.”tegas Renol.

Hal senada juga disampaikan seorang ibu rumah tanggah Irmina da Tae, dan meminta agar korban mendapat pendampingan oleh psikiater agar pulih dari trauma terhadap peristiwa yang menimpa dirinya. “Anak yang menjadi korban ini harus dibimbing, dan kepada pelaku jika ditangkap  harus dihukum yang berat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku “ujar Irmina

Hingga kini, polisi masih menyelidiki peristiwa ini dan memburu pelaku. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya