oleh

Bawa Hampir 1/2 Kilogram Sabu, Petani Asal Aceh Divonis 15 Tahun Penjara

Denpasar, LNN – Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada pria asal Aceh bernama Amirullah (27) yang menyelundupkan sabu seberat 495,37 gram netto ke Bali.

Dalam amar putusan, majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun dipotong masa tahanan kepada terdakwa Amirullah dan denda sebesar Rp1 miliar jika tidak bisa membayar diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun,” kata majelis hakim dalam putusan, Rabu (15/01/2020) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mendengar putusan, terdakwa yang keseharianya sebagai buruh bangunan ini melalui kuasa hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar menyatakan menerima, demikian juga jaksa Ida Ayu Ketut Sulasmi.

Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider pidana penjara 1 tahun.

Penangkapan terhadap terdakwa setelah adanya informasi pengiriman sabu dari Aceh ke Bali melalui jalur udara yang diterima Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali. BNNP Bali lalu berkordinasi dengan pihak bandara untuk melalukan pengintaian.

Ketika terdakwa berjalan di areal parkir Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (26/8/2019) sekitar pukul 00.15 WITA, petugas langsung meringkusnya.

“Saat dilakukan pengeledahan badan dan pakian ditemukan barang-barang berupa 1 plastik klip berisi sabu seberat 246,77 gram netto di dalam sandal warnat coklat merk Gats sebelah kanan dan 248,6 gram netto sebelah kiri,” urai jaksa.

Masih dalam dakwaan Jaksa Lasmi, dari pengakuan terdakwa bahwa barang terlarang itu diperoleh dari seseorang bernama Bahar, Sabtu (24/8/2019) di pinggir jalan kampung Krukuh di Aceh.

Untuk membawa sabu ke Bali, terdakwa dijanjikan imbalan sebesar Rp25 juta. Setibanya di Bali, terdakwa akan dihubungi kembali untuk menyerahkan sabu tersebut kepada seseorang.

“Sebagai upah awal, terdakwa baru menerima uang Rp5 juta dan sisanya akan diserahkan setelah terdakwa menyerahkan sabu tersebut kepada orang yang ditujukan,” sebut Jaksa. (Aw/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya