oleh

Dituntut 17 Tahun, Pengedar Sabu Kesal

Denpasar, Lintasnusanews.com – Raut wajah Mariyadi (31) yang tersangkut kasus narkotika tampak tegang saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Pria yang ditangkap dengan barang bukti 60,67 gram sabu ini dituntut pidana penjara selama 17 tahun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Kadek Topan Adhi Putra menyatakan terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram berupa narkotika jenis sabu.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud di atas diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mohon kepada majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 17 tahun dipotong masa penahanan kepada terdakwa Mariyadi, serta denda Rp1 miliar subsider pidana penjara enam bulan penjara,” kata jaksa dalam tuntutan di hadapan majelis hakim yang diketuai hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, Kamis (27/02/2020).

Mendengar tuntutan, terdakwa tampak kesal dan melampiaskan kejengkelannya kepada penasehat hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar.

Dalam dakwaan disebutkan, bermula dari terdakwa dihubungi oleh seseorang berinisial BS, Kamis (05/09/2019) sekitar pukul 16.00 WITA. Di sana terdakwa disuruh ke daerah Kepaon, Denpasar untuk mengambil sabu.

Tiba di Kepaon terdakwa menghubungi BS dan mengatakan “saya sudah sampai di lokasi”. Oleh BS terdakwa disuruh menunggu. Kurang lebih 30 menit lamanya, datang seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor beratribut Gojek bertanya kepada terdakwa “apakah kamu Umar”? dijawab iya oleh terdakwa.

Selanjutnya laki-laki tersebut menyerahkan satu buah kotak bekas kepada terdakwa. Sampai di rumahnya, terdakwa ditelpon oleh BS agar mengecek isi dalam kotak tersebut apakah sudah sesuai.

“Kemudian terdakwa membuka isi kotak dan di dalamnya terdapat bungkusan bekas rokok Dunhil yang berisi satu paket plastik klip bening besar berisi sabu dibalut lakban warna kuning dibungkus tisu, dan satu plastik klip bening di dalamnya berisi 24 paket masing-masing berisi sabu seberat 66,70 gram brutto atau 60,67 gram netto,” sebut jaksa.

Terdakwa kemudian ditangkap polisi dari Ditresnarkoba Polda Bali saat sedang menempel barang di sebuah tiang listrik Jalan Pertanian, Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (06/09/2019) sekitar pukul 10.00 WITA.

“Terdakwa dijanjikan mendapat imbalan/upah sebesar Rp500 ribu apabila berhasil menempel sabu dengan berat 50 gram, dan Rp50 ribu per sekali tempelan paket yang kecil-kecil. Upah akan ditransfer melalui rekening Bank BCA milik terdakwa. Namun karena keburu ditangkap, terdakwa tidak sampai mendapatkan upah,” jelas Jaksa. (Aw/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya