oleh

Pelaku Penusukan Pemuda Sumba di Bali Merupakan Residivis Kasus Penganiayaan

Denpasar, LNN – Tim penyidik Polsek Denpasar Selatan, Kota Denpasar Bali, menetapkan tersangka penusukan Dominggus Dapa (24) di Warung Makan Pondok Mangga pada (29/06/2019) lalu. Fakta baru terungkap, pelaku Damung Kilimandu alias Angga (34), merupakan residivis kasus penganiayaan yang pernah dihukum 1 tahun 8 bulan.

“Tahun 2017 pelaku terlibat tindak pidana penganiayaan dan menjalani hukuman selama 10 bulan. Tahun 2018 pelaku kembali terlibat pengeroyokan dan dihukum selama 1 tahun 8 bulan,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Rabu (03/07/2019) siang.

Bentrok Pemuda Sumba NTT yang menyebabkan jatuh korban itu, berawal dari kedatangan korban bersama lima orang temannya untuk menghadiri acara ulang tahun temannya bernama Gerson Tanggela alias Soni di Warung Pondok Mangga Manis Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Sabtu (29/6/2019) sekitar pukul 18.00 Wita.

Disana korban duduk di meja untuk minum tuak dicampur bir. Malam hari sekitar pukul 20.30 Wita, terjadi keributan dan adu mulut di belakang meja tempat korban minum. Korban dan tersangka yang saat itu duduk di lain meja mencoba melerai.

Diduga pengaruh alkohol, korban yang awalnya ingin melerai perkelahian justru memukul wajah tersangka. Hal yang sama juga diikuti teman korban bernama Agustinus Tunna Zada dengan mendorong wajah tersangka.

Tidak terima dipukul, tersangka mengambil pisau yang disimpan di dalam jok sepeda motor miliknya. Tersangka lalu mengejar korban sambil mengayun-ayunkan pisau yang dipegangnya. Melihat itu Agustinus berusaha menghalangi namun lututnya terkena ayunan pisau tersangka hingga terjatuh.

Tersangka terus mengejar korban dan berhasil menusuk punggung sebelah kanan dan pinggang kiri korban. Mendapat serangan korban jatuh dengan posisi jongkok dan saat itu tersangka kembali menusuk punggung kanan atas korban.

“Usai menusuk, tersangka menjauhi korban namun setelah itu ia kembali menusuk-nusuk jok sepeda motor yang ada di tempat tersebut. Setelah itu tersangka kembali duduk di meja tempat minum dan menyuruh temannya bernama Frangki (DPO) untuk membawa dan membuang pisau miliknya,” kata Kapolresta.

Akibat perbuatannya, pelaku yang dibeberapa bagian tubuhnya berisi tato ini dijerat pasal 338 KUHP dengan pidana penjara selama-lamanya 15 tahun. (AW)

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya