oleh

Sekian Lama Diburu, Kejati Bali Bekuk Perempuan Terpidana Pengrusakan Villa

Denpasar, Lintasnusanews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mengamankan Sari Soraya Ruka (46), terpidana pengrusakan villa yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang Kejati Bali.

Wanita ini sebelumnya divonis yang 4 bulan penjara atas kasus pengerusakan rumah kunci di kawasan wisata Seminyak Bali. Tim Tabur (tangkap buron) mengamankan Soraya di tempat makan yang berada di pusat erbelanjaan di Kawasan Kuta, Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 18.10 Wita.

“Pada saat diamankan, terpidana Sari Soraya Ruka bersikap kooperatif dan tanpa melakukan perlawanan,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Umum Kejati Bali, A Luga Harlianto.

Kasus ini bermula ketika Soraya bersama suaminya menyewa villa milik I Wayan Suwena di Seminyak pada 6 November 2003. Biaya sewa villa senilai Rp23 juta per tahun dan dibayar setiap tahun.

Namun sejak tahun 2007, suami terpidana sudah tidak lagi membayar uang sewa. Suami Soraya juga mendatangi pemilik dan menyatakan berhenti menyewa vila pada tanggal 1 Juli 2012.

“Penghentian penyewaan tersebut dituangkan dalam surat penghentian perjanjian sewa menyewa. Selanjutnya saksi I Wayan Suwena selaku pemilik villa menyewakan villa tersebut kepada seseorang warga negara Jepang,” jelas Luga.

Ketika penyewa villa berada di Jepang sekitar bulan April 2013, terpidana masuk ke dalam vila tanpa seizin penyewa vila.

Di sana Soraya masuk ke dalam villa dengan cara merusak kunci pintu dengan membongkar gagang kunci pintu. Selain itu, Soraya juga menggantinya dengan gagang kunci dan rumah kunci baru.

“Terpidana juga merusak dan mengganti keramik di lantai atas villa. Akibat dari perbuatan terdakwa, penyewa villa mengalami kerugian lebih Rp510 ribu,” jelasnya.

Soraya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pengerusakan. Ia divonis 4 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar pada tahun 2018.

Terpidana Pengrusakan Villa Ajukan Banding dan Selalu Berpindah Tempat

Soraya melakukan upaya hukum banding dan tetap dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar. Tak puas, dia mengajukan kasasi Ke Mahkamah Agung, dan pengajuan kasasinya ditolak.

Sejak saat itu, Soraya tidak diketahui keberadaannya dikarenakan sejak melakukan upaya hukum banding, ia tidak pernah melakukan wajib lapor di Jaksa. Sejak tahap penyidikan dan hingga upaya hukum baik banding maupun kasasi, terpidana tidak dapat dilakukan penahanan.

Soraya tidak ditahan, karena ancaman pidana dalam pasal yang disangkakan maupun pasal yang didakwakan, ancaman pidana dibawah 5 tahun. Soraya didakwa Pasal 406 KUHP dan Pasal 167 KUHP dan tidak termasuk pasal pengecualian dalam Pasal 21 KUHAP.

Dalam proses pencarian, Sari Soraya Ruka kerap berpindah tempat tinggal di antaranya Jalan Drupadi Badung, Jakarta Timur dan Bekasi.

“Diduga terpidana Sari Soraya Ruka melakukan hal ini untuk menghindari Jaksa Penuntut Umum melaksanakan Putusan pemidanaan terhadap dirinya,” papar Luga.

Namun dalam 2 minggu terakhir, Tim Tabur Kejati Bali mendapatkan informasi bahwa Sari Soraya Ruka berada di Bali.

Sejak pukul 14.00 wita, terpidana terpantau Tim Tabur, berada di pusat perbelanjaan kawasan Kuta dan bertemu keluarganya.

Tim Tabur Kejati Bali kemudian mengikuti dan menunggu situasi kondusif untuk melakukan pengamanan. Sekitar pukul 18.10 Wita, Soraya diamankan dan selanjutnya dibawa ke Kantor Kejati Bali.

“Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar kemudian melaksanakan putusan pidana penjara 4 bulan terhadap terpidana Sari Soraya Ruka di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Denpasar,” tutur Luga. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya