oleh

Korupsi Dana Sesajen, Mantan Kadisbud Denpasar Divonis 3 Tahun Penjara

Denpasar, Lintasnusanews.com – Mantan Kadisbud Denpasar, I Gusti Ngurah Mataram yang menjadi terdakwa dugaan korupsi dana sesajen dan aci-aci divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (24/02/2022). Vonis ini 1 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar selama 4 tahun penjara.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kota Denpasar tersebut sebelumnya terlibat korupsi Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali dan BKK Kota Denpasar.

Majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 Juncto Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang No .31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jis. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Drs. I Gusti Ngurah Bagus Mataram dengan pidana penjara selama 3 tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa. Dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” kata hakim dalam sidang.

Selain itu, majelis hakim menjatuhkan pidana denda tehadap Ngurah Bagus Mataram sebesar Rp50 juta subsidair 3 bulan kurangan. Juga menjatuhkan uang pengganti sebesar Rp155 juta subsidair 3 bulan penjara. Dan menetapkan uang titipan sebesar Rp1 miliar lebih disetorkan kepada kas negara.

“Bahwa untuk menanggapi putusan yang dibacakan majelis jakim, Jaksa Penuntut Umum dan penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir,” kata Kasi Intel Kejari Denpasar I Putu Eka Suyantha.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Catur Rianita Dharmawati dkk juga menghukum terdakwa pidana tambahan. Terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp1 miliar lebih subsidair 1 tahun penjara.

Jaksa juga menetapkan uang titipan sebesar Rp1 miliar lebih dengan rincian Rp80 juta yang disita dari Kadek Agustina Putra.

Serta uang penitipan sebesar Rp816 juta lebih, serta uang penitipan dari terdakwa sebesar Rp125 juta lebih. Uang tersebut diperhitungkan sebagai uang pengganti dan disetorkan ke kas negara. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya