oleh

Kejari Badung Usut Dugaan Korupsi di LPD Desa Adat Sangeh Senilai 130 Miliar

Badung, Lintasnusanews.com – Kejaksaan Negeri Badung Bali memeriksa 18 saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Sangeh. Pemerksaan saksi itu dilakukan, setlah 1,5 bulan melakukan penyelidikan sebelum meningkatkan status ke penyidikan.

“Setelah selama kurang lebih 1,5 bulan dilakukan penyelidikan, hari ini status ditingkatkan menjadi penyidikan,” ungkap Kajari Badung, I Ketut Maha Agung, Kamis (24/2/2022) di Badung.

Kajari menjelaskan berdasarkan hasil audit, dugaan sementara kerugian keuangan negara sesuai yang diserahkan Bendesa Adat Sangeh kurang lebih sebesar Rp130 miliar.

​Selama penyelidikan, tim penyelidik telah memeriksa sebanyak 18 orang saksi. Para saksi tersebut antaralain, Ketua LPD, pengurus LPD, Badan Pengawasas periode terdahulu serta badan pengawasa yang menjabat saat ini.

Kelemahan Penyebab Terjadinya Dugaan Korupsi LPD Sangeh

Berdasarkan hasil penyelidikan juga ditemukan beberapa kelemahan yang membuat LPD Sangeh menderita kerugian antara lain.

1. LPD Desa Adat Sangeh tidak memiliki SOP secara tertulis baik dalam hal pemberian pinjaman, simpanan berjangka dan tabungan.

2. Kurangnya kompetensi dan kejujuran SDM di LPD Desa Adat Sangeh dalam menyusun laporan keuangan.

3. LPD Desa Adat Sangeh dalam menyusun laporan keuangan tidak mencatat secara real time.

4. LPD Desa Adat Sangeh tidak berpedoman pada prinsip kehati-hatian dalam melakukan pemberian kredit.

5. Lemahnya pengendalian prosedur pemberian kredit oleh LPD Desa Adat Sangeh.

6. LPD Desa Adat Sangeh tidak melaksanakan Peraturan Gubernur Bali No. 14 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa dalam mengelola likuiditas keuangannya.

Bentuk bentuk penyimpangan yang terjadi di LPD Sangeh antara lain, pertama terdapat beberapa krediti fiktif, kedua adanya pencatatan selisih tabungan antara neraca dan daftar nominative, ketiga adanya kredit macet yang tidak disertai dengan anggunan.

​Atas temuan fakta-fakta tersebut, tim penyelidik pada tanggal 23 Februari 2022 juga telah menggelar ekspose dan disepakati untuk meninggkatkan penyelidikan LPD Sangeh ke tahap penyidikan.

“Hal ini untuk dapat lebih mendalami serta mengumpulkan bukti dan alat bukti guna menentukan siapa tersangka dalam kasus ini,” jelas Kajari didampingi Kasi Intel I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya