oleh

Dua Terduga Pelaku Persekusi Siswi SMU di My Stadium Futsal Ditangkap Polisi

Denpasar, Lintasnusanews.com – Dua terduga pelaku persekusi terhadap siswi SMU di Denpasar berinisial RVRNM (17) pada Minggu (06/03/2022) lalu ditangkap Polresta Denpasar. Akibat perbuatan kedua pelaku masing-masing  Andy Hamid (36) dan Ruben Here (40), korban mengalami patah tulang pada lengan kiri.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah pada lengan tangan kiri,” ungkap Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yudo Pamungkas, Jumat (11/3/2022) di Mapolresta Denpasar.

Kejadian bermula ketika korban datang untuk menonton pertandingan futsal di My Stadion Futsal, Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar Minggu (06/03/2022) sekitar pukul 19.30 Wita.

Ketika hendak masuk melalui pintu sebelah barat, ia dilarang oleh salah satu pelaku bernama Andy. Karena dilarang, korban kemudian menyebut orangtuanya bernama Frangky.

Di sana Andy memperbolehkan korban masuk ke dalam lapangan dengan cara menarik tangan korban. Tak terima diperlukan dengan kasar, korban protes dan terjadi adu mulut.

Pada saat korban berjalan menuju pintu timur, pelaku Ruben yang merupakan anggota Satgas HIKMAST (Himpunan Keluarga Matawai Amahu Sumba Timur) tiba-tiba mendorong korban.

Pelaku Andy juga turut mendorong dan menendang punggung korban sehingga tersangkut di jaring pintu keluar lapangan. Aksi brutal kedua pelaku membuat siswi perempuan tersebut mengalami patah tangan kiri.

Oleh paman korban, kasus ini kemudian dilaporkan ke kantor polisi. Perbuatan kedua pelaku sempat terekam CCTV di lokasi kejadian dan viral di media sosial.

Kurang dari 24 jam, kedua pelaku dapat kita amankan di lokasi berbeda. Para pelaku dijerat Pasal 76.C Jo 80 Ayat (2) UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Pasal 170 Ayat (2) ke 2e KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 Ayat (2) JO Pasal 55 KUHP tentang penganiayaan. Dari pasal yang dikenakan, pelaku terancam pidana penjara 9 tahun.

“Kita ini kan orang Indonesia ya, semestinya bisa lah memberitahu orang dengan cara baik-baik, tidak dengan seperti ini, apalagi ini anak perempuan,” ucap Kapolresta.

Pelaku Persekusi Siswi SMU di My Stadium Futsal Teuku Umar Anggota Satgas HIKMAST Bali

Ketua HIKMAST Bali, Lony Rihi saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui koronologis kejadian tersebut. Lony menyarankan Lintasnusanews.com untuk menghubungi panitia.

“Saya kurang tau. Coba ketua panitia aja ya. Saya kan ada di depan Bupati (Sumba Timur), ndak tau yang di belakang,” ujar Lony.

Sementara Ketua Panitia turnamen, Djois Waluwanja mengaku, peristiwa itu terjadi saat turnamen futsal telah usai. Saat itu, korban meminta Satgas Sumba Timur untuk masuk ke lapangan untuk berfoto dengan tim juara.

Karena dilarang pihak keamanan, korban kemudian terlibat adu mulut hingga akhirnya didorong dan tersangkut pada jaring lapangan. Menurut Djois, turnamen futsal ini merupakan agenda tahunan dalam rangka hari ulang tahun HIKMAST Bali.

“Setiap tahun ulang tahun HIKMAST, kami adakan turnamen futsal dihadiri juga pak Bupati Sumba Timur. Kejadian itu sudah selesai final dan lagi dengar sambutan pak bupati. Itu korban regina itu juga ponakan saya. Penyebab saya kurang tau persis. Tapi saya tanya ke Regina katanya masu foto tim nya yang juara.

“Bagian kemanan ini larang anak ini untuk masih ke lapangan. Dia dikasih masuk tapi kayak cara kasar, jadi korban ini tidak terima dan adu mulut. Kemudian disuruh usir keluar lagi dengan cara paksa, sehingga terjadi dorongan dan patah tangan itu,” tutur Djois. (awd/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya