oleh

Anak Menghilang Di Malaysia, Seorang Ibu Tewas Gantung Diri

Maumere, LNN – Dominika Dugo (72) warga Dusun Kloangaur, Desa Heopuat, Kecamatan  Hewokloang, Kabupaten  Sikka, NTT, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri di pohon mente Rabu (17/07/2019) sekitar pkl. 06.00 wita. Dominika diduga stress dan nekat gantung diri karena anak kandungnya menghilang tanpa kabar dalam dua bulan terakhir sejak merantau ke negri Jiran, Malaysia.

Dominika dikabarkan menghilang dari rumahnya sekitar pukul 05.00 WITA demikian disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang Rabu (17/07/2019) di Maumere.

“Atas pengakuan salah satu anak kandungnya, Dominika nekat gantung diri itu lantaran salah satu anak kandungnya yang ada di Malaysia menghilang selama dua bulan,”ungkap Rickson.

Rickson menjelaskan, peristiwa gantung diri itu dilaporkan Siprianus Teok (31)  Rabu (17/07/2019) sekitar pukul 10.30 wita di Polsek Kewapante kabupaten Sikka.

Peristiwa itu diketahui ketika salah seorang anak kandung bernama Fransiskus Xaverius (39), bangun pagi sekitar pukul.06.00 wita, melihat korban tidak berada di rumah. Fransiskus kemudian menanyakan kepada  keponakannya, dan oleh keponakannya dijelaskan bahwa neneknya sudah bangun.

Kapolres menuturkan, Fransiskus kemudian mencari Dominikan ke belakang rumahnya dan menemukan ibu kandungnya tengah tergantung diatas pohon mente menggunakan tali nilon warna biru.

“salah seorang anak kandung korban Fransiskus  saat bangun  pagi melihat ibu kandungnya tidak ada di rumah, kemudian  mencarinya di belakang rumah dan terlihat Dominika tergantung diatas pohon jambu mente dalam kondisi tidak bernyawa.”jelas Rickson.

Rickson menambahkan, anaknya terkadang melihat ibu kandungnya menangis sendirian, dan menanyakan anaknya  di Malaysia yang sudah tidak ada kabar selama dua bulan. Dominika diduga stres karena tidak mendapatkan kabar dari anak kandungnya itu.

“Terkadang Dominika sering menangis sendirian mengingat anak kandungnya yang ada di Malaysia, anak kandungnya menyaksikan kalau Dominika benar-benar stress.”ungkap Rickson.

Polisi meminta keterangan Fransiskus  Xaverius,(39) dan Siprianus Teok (31) yang melihat korban gantung diri. Atas laporan dan keterangan saksi, tim identifikasi polres Sikka dan dokter Puskesmas Hewokloang langsung melakukan pemeriksaan.

“Usai melakukan indetifikasi oleh tim polres Sikka dan melakukan visum oleh dokter, langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerimanya sebagai suatu musibah. “pungkas Rickson. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya