oleh

Paksa Masuk Villa, Imigrasi Bali Akan Deportasi Bule Rusia dan Moldova

Denpasar, Lintasnusanews.com – Menyusul peristiwa bule Rusia dan Moldova yang paksa masuk ke villa di wilayah Mengwi Badung, Imigrasi Bali akan mendeportasi enam warga negara asing ini. Keenam bule itu 4 diantaranya warga negara Rusia dan 2 warga negara Moldova.

“Melalui Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Denpasar akan terus berkoordinasi terkait kasus tersebut. Sehingga proses deportasi bisa cepat dilaksanakan,” ungkap Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manuhuruk, Jumat (15/04/2022).

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Denpasar bersama Polsek Mengwi dan Satpol PP Kabupaten Badung menindaklanjuti informasi masyarakat pada 06 April lalu. Tim menemukan enam WNA yang terdiri dari dua pria dewasa, dua wanita dewasa, serta dua anak kecil.

Villa tersebut milik salah satu warga lokal Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Bali. Saat didatangi petugas, mereka tidak bersikap tidak kooperatif dan mengaku bahwa villa tersebut milik mereka. Mereka juga tidak bersedia menunjukkan paspor serta izin tinggalnya.

Keenam WNA tersebut kemudian dibawa dan ditempatkan sementara di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Mereka masing-masing berinisial DD (44), EE (31), EE (35), AE (5) dan DM (10) asal Republik Moldova serta AD (24) dari Rusia.

Hasil pemeriksaan barang ditemukan beberapa paspor yang salah satunya dalam keadaan rusak terbakar. Selanjutnya telah dilakukan pemberitahuan melalui surat, dan telepon kepada pihak kedutaan Rusia dan Moldova.

Imigrasi Bali kemudian berkoordinasi dengan pihak Konsul Moldova di Tokyo terkait bule yang paksa masuk villa tersebut Selanjutnya pertemuan secara daring antara 5 (lima) Denteni WN Moldova dengan Kedutaan Besar Moldova di Tokyo.

Menurut Jamaruli, pihak kedutaan mengkonfirmasi bahwa dari 2 (dua) Deteni wanita yang paspornya tidak ada dan rusak terbakar tersebut adalah benar WN Moldova dengan inisial DD dan EE.

“WNA yang ada di Bali khususnya agar mentaati peraturan yang berlaku. Jangan mencoba-coba untuk membuat kericuhan dan kegaduhan. Karena akan diambil tindakan tegas bagi WNA yang melanggar,” tegasnya. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya