oleh

Diduga Menari Telanjang di Gunung Batur, Bule Kanada Jeffrey Douglas Craigen Terancam Dideportasi

Denpasar, Lintasnusanews.com – Jeffrey Douglas Craigen bule Kanada yang diduga membuat video asusila tanpa busana viral di media sosial, terancam dideportasi Imigrasi Bali. Douglas telah dipanggil Inteldakim Imigrasi Klas I Denpasar dan dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan Senin (25/04/2022).

“Viralnya informasi di media sosial mengenai Warga Negara Asing yang membuat video yang meresahkan (tanpa busana) yang diduga dibuat di wilayah Gunung Batur, Kintamani mendapatkan perhatian yang luas dari Masyarakat. Karena sangat bertentangan dengan kebudayaan Indonesia. Khususnya kebudayaan Bali, yang memegang teguh adat istiadat dan norma agama.,” ungkap Kakanwil Bali, Jamaruli Manihuruk, dalam siaran pers, Minggu (24/04/2022).

Kanwil Kemenkumham Bali memerintahkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk menyelidiki identitas terduga pelaku. Tim Inteldakim kemudian melakukan pengecekan data keimigrasian orang asing tersebut melalui sistem informasi Keimigrasian.

“Berdasarkan hasil pemeriksaaan data keimigrasian terkait warga negara asing tersebut diperoleh keterangan. Nama Jeffrey Douglas Craigen, kewarganegaraan Kanada, izin tinggal kunjungan berlaku sampai 27 April 2022,” jelas papar Jamaruli.

Tim Inteldakim Kanim Denpasar mendapat informasi penjamin dan mencoba menghubungi penjamin. Hasil penyelidikan, Jeffrey Douglas Craigen sedang mengajukan kembali visa onshore izin tinggal kunjungan.

Jeffrey Douglas Craigen Akan Diperiksa Senin 25 April Besok

Tim Inteldakim Imigrasi Denpasar kemudian menyita paspor Douglas dari penjamin. Melalui penjamin, Imigrasi Denpasar meminta Jeffrey Douglas Craigen kooperatif datang ke Kantor Imigrasi Denpasar pada hari Senin tanggal 25 April 2022.

“Apabila dari hasil pemeriksaan terhadap WNA tersebut terbukti melakukan pelanggaran maka akan diberikan tindakan administratif keimigrasian. Berupa pendeportasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” tegas Jamaruli.

Menurutnya, pejabat imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia. Karena melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum. Atau tidak menghormati atau tidak mentaati peraturan perundang-undangan.

“Kami menghimbau masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Bali agar proaktif. Memantau dan melaporkan berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing kepada pihak berwenang. Sehingga dapat diambil tindakan tegas,” tandasnya.

Jamaruli juga mengimbai seluruh WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan Nilai Budaya Masyarakat Bali.

“Karena setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara,” pungkasnya. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya