oleh

Mantan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka Divonis 8 Tahun Penjara

Denpasar, Lintasnusanews.com– Mantan Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka divonis 8 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Denpasar Bali, Selasa (26/4/2022) karena terbukti melakukan korupsi dan pencucian uang. Putusan ini 2 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Bali selama 10 tahun penjara serta denda sebesar Rp1 miliar subsidiair 6 bulan.

Majelis hakim dalam putusan menyatakan, terdakwa Dewa Ketut Puspaka telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 Ayat (1) KUHPidana. Dan Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Dan denda sebesar Rp1 miliar subsidiar 6 bulan kurungan,” kata hakim dalam amar putusan.

Kasipenkum Kejati Bali A Luga Harlianto yang dikonfrimasi terpisah menerangkan, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Luga mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang telah secara cermat menilai alat-alat bukti dalam persidangan yang diajukan JPU. Sehingga sependapat dengan JPU terhadap perbuatan pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa Dewa Puspaka.

Selain itu, apresiasi juga kepada tim JPU yang telah profesional melaksanakan tugasnya melakukan penuntutan berdasarkan alat-alat bukti yang sah.

“Sehingga meyakinkan majelis hakim bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang,” tegasnya. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya