oleh

16 Atlet Muay Thai Akan Bertarung di Mall Bali Galeria

Denpasar, Lintasnusanews.com – Event Summer Fights kembali digelar di penghujung tahun 2022 dengan menampilkan 16 atlet Muay Thai, Minggu 19/12/2022) di Bali. Delapan pasang atlet ini, dua diantaranya wanita dan pemula yakni usia anak-anak.

Event ke-4 ini berbeda dari tiga event sebelumnya, karena akan memperebutkan sabuk kejuaraan di kategori middleweight, lightweight, dan welterweight di International Conference Centre Bali.

Sabuk yang diperebutkan telah diotorisasi oleh Muaythai Professional Indonesia (MPI) dan para atlet ini juga dapat bertarung di ajang internasional. Selanjutnya para pemenang akan diakui sebagai petarung profesional dan boleh mengajukan tantangan terhadap para pemegang sabuk kejuaraan.

Sabuk yang akan diperebutkan dalam laga hari Minggu besok yakni Serieal vs Raymond (middleweight), Rahman vs Maruli (welterweight), dan Brandon vs Fahri (lightweight).

“Kami memang berencana akan membawa petarung-petarung indonesia ke kancah internasional. Tahun depan kami akan membawa mereka untuk berlaga di Thailand”, ungkap promotor Summer Fight, Marcos Manurung usai acara timbang berat badan atlet di kawasan Mall Bali Galeria, Sabtu (17/12/2022) siang.

Marcos menjelaskan, acara akan dimulai pukul 16.00 WITA dan diprediksikan akan menarik minat penonton wisatawan asing. Seperti halnya pada event-event sebelumnya, penonton warga negara asing di Bali semakin meningkat.

Dua Atlet Wanita dan Dua Atlet Pemula Akan Menarik Pencinta Muay Thai di Bali

Menurutnya, event ini akan semakin menarik dengan penampilan Winnia vs Sri, pasangan atlet wanita yang dijadwalkan akan bertarung di kelas semi pro. Di laga-laga internasional, kehadiran match perempuan tentu bukan hal asing lagi.

Namun di Indonesia yang masih begitu patriarkis dan penuh bias gender, pertarungan Winnia dan Sri merupakan satu dobrakan spektakuler.

“Sudah barang tentu Summer Fight 2022 akan menjadi salah satu penanda dalam kaitannya dengan isu-isu feminisme di Indonesia,” ujarnya.

Keistimewaan Summer Fight ke-4 tidak hanya itu. Setelah ritual Wai Khru yang menggambarkan tradisi sportif, respek, dan kekesatriaan.

Perhelatan akbar ini diawali dengan first match dua petarung muda belia yang sangat menjanjikan. Dalam beberapa tahun ke depan, mereka digadang-gadang akan menjadi petarung profesional yang berlaga di event-event kelas dunia.

“Pecinta Muaythai di Indonesia makin banyak. Dan kami ingin membuka ruang selebar-lebarnya agar mereka bisa menapaki karir di dunia yang digelutinya,” katanya.

Sebagai promotor Summer Fights, Marcos menuturkan hingga saat ini dukungan pemerintah terhadap olahraga Muay Thai masih jauh dari harapan. Padahal event Muay Thai ini sangat strategis jika menjadi bagian dari sport tourism di Bali.

Berdasar data panitia penyelenggara, 65 persen dari dua ribu penonton summer fight adalah wisatawan mancanegara. Mereka datang ke Bali pertama-tama karena memang ingin menyaksikan Muaythai match.

“Kami sangat terbuka jika harus berkolaborasi dengan pemerintah. Namun jika tidak pun tak apa,” pungkasnya. (edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya