oleh

Kampanye Jogja Lebih Bike, Ajak Warga Bersepeda Tekan Polusi Udara

Yogyakarta, Lintasnusanews.comYogyakarta masih menjadi salah satu destinasi favorit, namun polusi udara kini menjadi persoalan warga kota Jogja. Jogja yang terkenal wisata budaya dan alam serta dijuluki kota pelajar, kini mendapat perhatian sejumlah elemen masyarakat dengan kampanye “Joga Lebih Bike”.

Kampanye ini untuk mengatasi persoalan polusi udara, karena warga kelompok sensitif disarankan menggunakan masker. Dalam satu minggu terakhir saja, kualitas udara di Jogja tercatat dalam kondisi bervariasi dengan rata-rata kondisi sedang.

Peluncuran KampanyeJogja Lebih Bikemengajak warga bersepeda untuk meningkatkan kesadaran warga Jogja dan pemangku kepentingan tentang masalah polusi udara. Selain itu, mendorong perubahan kebijakan hingga perilaku masyarakat agar menggunakan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Berdasarkan analisis Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada menyatakan, pertumbuhan laju motorisasi sangat pesat. Sehingga transportasi darat terbukti menyumbang lebih dari 60% dari total emisi.

“Seiring dengan pertumbuhan laju motorisasi yang pesat, sumber bergerak atau transportasi darat terbukti menyumbang lebih dari 60% dari total emisi di Jogja,” ungkap Peneliti Senior Pustral UGM, Dr. Ir. Arif Wismadi MSc, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, tiga opsi kebijakan untuk mengatasi masalah polusi udara yakni; mengurangi jumlah atau jarak perjalanan, inovasi teknologi dan efisien. Selanjutnya perpindahan ke moda transportasi ramah lingkungan.

“Jogja Lebih Bike tentunya merupakan inisiatif yang sangat baik. Karena mendorong masyarakat melakukan perubahan pilihan moda transportasi yang minim emisi,” ungkapnya.

Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO), 7 juta kematian prematur terkait polusi udara telah terjadi di seluruh dunia pada 2017. Sementara data polusi udara dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukan selama enam bulan pada 2019, Jogja hanya memiliki 50 hari dengan kualitas udara baik.

Sementara 92 sisanya kualitas udara jogja terpantau moderat hingga tidak sehat. Dalam laporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2019, kualitas udara di Jogja juga dilaporkan mengalami penurunan dalam kurun waktu lima tahun. (jat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Lainnya