oleh

Nikmati Sunrise dan Atraksi Lumba-lumba di Laut Lovina Bali

Buleleng LintasNusaNews.com, Berlibur ke Pulau Dewata, belum semprna rasanya bila anda tidak berkunjung ke Bali utara. Tepatnya di Kabupaten Buleleng menyimpan sejumlah potensi wisata mulai dari wisata Air Terjun Gitgit, Air Terjun Campuhan, Taman Nasional Bali Barat atau Taman Menjangan dan juga sejumlah kawasan wisata lainnya. Nah yang tak kalah menarikanya, anda dapat menikmati Sunrise atau matahari terbit dan atraksi Lumba-lumba di Laut Lovina, yang bisa memanjakan para wisatawan bersama keluarga.

Perjalanan dari Denpasar memakan waktu kurang lebih 4 jam, dengan melewati kawasan wisata Bedugul atau biasa dikenal Danau Beratan Bedugul, Puncak Taman Monyet dan Sejumlah kawasan Air Terjun sebelum tiba di Kota Singaraja. Para wisatawan umumnya tiba di Singaraja pada malam hari dan menginap di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, untuk melihat Sunrise dan Lumba-lumba pada pagi hari.

Bila mengunjungi kawasan wisata ini, anda tidak perlu khawatir karena banyak hotel ataupun penginapan di Lovina dengan tarif yang terbilang murah dengan kisaran harga mulai Rp 200.000 per malam. Suasana malam di Pantai Lovina cukup meriah walau tidak seramai kawasan wisata Bali Selatan. Umumnya wisatawan asing lebih ramai ke kafe-kafe sebelum istirahat malam, untuk menunggu pagi berburu Lumba-lumba di Laut Lovina.

Wiasatawan dimanjakan dengan Sunrise saat menuju ke tengah laut melihat Lumba-lumba. Foto: Lintasnusanews.com/Boy Edlon

Wiasatawan umumnya keluar dari hotel menuju ke Pantai Lovina sekitar pukul 05.00 WITA, untuk menyewa perahu yang sudah disediakan oleh pemandu wisata yang sekaligus sebagai pemilik perahu. Tarif sewa untuk satu perahu Rp 60.000 per orang. Saat berangkat dari pantai, para wisatawan dapat menikmati sunrise dari laut sebelum akhirnya tiba di tengah laut dan menanti kawanan Lumba-lumba muncul di Permukaan.

Atraksi lumba-lumba di laut lepas yang mengemaskan, anda akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam sejak pukul 06.00 hingga 08.00 pagi. Lumba-lumba biasanya akan meninggalkan lokasi dimana mereka biasa menunjukkan wujudnya kepada para wisatawan jika matahari sudah terlalu terang.

Lumba-lumba biasanya muncul bergeromblan diantara perahu para wisatawan sehingga para pelancong berburu foto dan mengabadikan momen saat Lumba-lumba muncul kepermukaan. Namun anda perlu sigap karena biasanya Lumba-lumba tidak begitu lama masuk kembali ke Laut. Namun terkadang lumba-lumba itu sangat terganggu dengan perahu-perahu pengunjung yang mempersempit ruang gerak mereka yang membuat mereka cepat masuk ke laut dan mencari lokasi yang masih senggang untuk beratraksi.

Lumba-lumba muncul ke permukaan laut bergerombolan. Foto: Lintasnusanews.com/Boy

Tak hanya menikmati sunrise dan Lumba-lumba di Laut, para wisatawan yang dapat snorkeling di laut Lovina, dengan cukup membayar Rp 60.000 untuk sewa alat snorkeling. Pemandangan laut yang biru dan karang di pantai Lovina membuat sejumlah wisatawan menyeburkan diri ke laut untuk snorkelinh. Koral di kawasan wisata Lovina terbilang masih bagus dan belum tercemar. Walau dengan kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan perahu,anda masih bisa melihat dengan jelas karang-karang dan ikan-ikan cantik.

Untuk para traveler pemula yang akan snorkeling di pantai Lovina jangan khawatir, pemandu akan membantu dan mempersiapkan baju pelampung. Sebenarnya tidak cukup hanya 2 hari 1 malam di pantai Lovina karena alamnya yang indah. Namun jika sedikit bergerak ke arah utara dan barat masih sangat banyak destinasi wisata di Singaraja seperti air terjun Gitgit atau pun Menjangan di Bali Barat.

Wisata menonton lumba-lumba di laut lepas perairan Bali Utara ini tak pernah sepi pengunjung baik wisatawan asing maupun wisatawan nusantara, karena Lovina termasuk empat wisata dolphin watching teramai di dunia. Wisata Lumba-lumba di Pantai Lovina ini sudah berkembang sejak 1987. (Boy/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya