oleh

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Rancang Travel Pattern Wisata

Labuan Bajo, Lintasnusanews.com – Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo NTT, gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintah dan tokoh masyarakat untuk merancang travel pattern. RDP yang dipimpin Direktur Utama BOP Shana Fatina ini, untuk mengetahui potensi wisata yang terletak di kawasan pelabuhan dan kota.

“Kami menggali sejarah, kebudayaan dan aktivitas masyarakat. Untuk bisa menjadi produk wisata dan travel pattern yang memberikan wisata berkualitas bagi para wisatawan yang berkunjung. Kampung Ujung, Kampung Tengah, dan Kampung Air ini merupakan daya tarik utama kota dan Pelabuhan Labuan Bajo. Dimana, memiliki kisah dan narasi yang sangat menarik untuk dijadikan produk wisata premium,” ungkap Shana dalam siaran tertulisnya Jumat (03/07/2020) lalu.

RDP yang digelar di Kantor Kelurahan Labuan Bajo ini dihadiri Lurah Labuan Bajo Syarifudin Malik, tokoh masyarakat dan para Ketua RT setempat. Selain itu hadir pula para stakeholder pariwisata di tiga kawasan penataan pesisir, berdasarkan perencanaan dimaksud.

Menurut Shana, konsep travel pattern merupakan solusi untuk mengatur persebaran wisatawan, termasuk menambah waktu tinggal wisatawan di Kota Labuan Bajo. Juga pentingnya membangun narasi budaya masyarakat setempat untuk memperkuat daya tarik destinasi wisata darat.

“Otentisitas masyarakat inilah yang kami kedepankan. Kami berharap ini akan menjadi kemasan budaya melalui interaksi langsung antara wisatawan dan masyarakat. Wisatawan terlibat lebih dalam memaknai budaya setempat. Sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap menjaga serta mengembalikan nilai-nilai kearifan lokal pada tempatnya,” urainya.

Shana meyakini, budaya dan masyarakat memiliki eksotisme sejarah. Jika semakin digali dan dinarasikan dengan baik tentu akan memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

“Jadi ke depannya destinasi Labuan Bajo menjadi lengkap karena menawarkan keramahan serta dapat secara langsung berinteraksi dengan masyarakat. Kita juga sedang lakukan penguatan narasi dan literasi sejarah serta budaya, untuk memperkuat kedalaman konten produk yang ditawarkan. Dan ini menjadi komitmen BOP-LBF bersama masyarakat setempat,” ucap Shana Fatina.

BOP-LBF Shana Fatina (baju merah maroon) didampingi Lurah Labuan Bajo, Syarifuddin Malik (baju batik) saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan tokoh masyarakat setempat di Aula Kelurahan Labuan Bajo, Jumat (03/07/2020) lalu. Foto: Lintasnusanews.com/Louis

Konsep Travel Patttern Dirancang Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo

Lurah Labuan Bajo Syarifuddin Malik mengapresiasi langkah yang dilakukan BOP Labuan Bajo Flores. Malik berharap, pembangunan tiga kampung wisata yang merupakan wilayah administratif kelurahan nya, menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan masyarakat. Selain itu, pengembangan potensi destinasi di tiga lokasi kampung wisata ini.

“Harapan saya, agar masyarakat dapat diikutsertakan, sehingga ciri khas dan keaslian sejarah serta budaya masyarakat sekitar tetap terjaga sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri,” ungkap Malik.

Berbagai masukan serta dukungan menarik pun muncul dalam rapat tersebut. Sejumlah peserta memberikan rekomendasi terkait penataan tempat yang akan dijadikan area strategis dalam kawasan wisatawan yang hendak dirancang itu.

Sejumlah Ketua RT secara spesifik memberikan usulan seperti pembangunan rumah kreatif dan galeri seni, penguatan narasi sejarah dan budaya masyarakat setempat. Pembangunan rumah kreatif dan galeri seni diharapkan bisa menjadi sarana bagi anak muda berkreasi dan menyalurkan bakatnya.

Selain itu, dukungan kegiatan pentas seni dan budaya, peta perjalanan sekaligus papan penunjuk arah di area kampung wisata dan sekitarnya. Penataan dan pengaturan tempat akhir pembuangan air limbah rumah tangga serta tempat usaha juga menjadi bahasan yang hangat dalam rapat.

Warga yang hadir berharap, wisata budaya dan aktifitas masyarakat setempat menjadi daya tarik baru untuk wisatawan. Sehingga dapat menggerakkan kembali perekonomian masyarakat, terutama setelah tatanan new normal. (lom/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya