oleh

SMSI Bali Jajaki Kerjasama dengan Kemenparekraf Kembangkan Desa Wisata Digital

Denpasar, Lintasnusanews.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali menjajaki kerjasama program Desa Wisata Digital dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Program unggulan SMSI Bali itu disambut baik Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu demi meningkatkan layanan pariwisata Bali.

“Program yang sangat bagus. Harus dirintis mulai dari sekarang. Silahkan nanti disampaikan ke Kementerian. Akan kami bantu fasilitasi agar mudah dikomunikasikan kepada mas Menteri,” ungkap Vinsen saat ditemui Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja, Senin (23/08/2021) di Denpasar .

Vinsen menjelaskan, saat ini Kemenparekraf memang terus menggenjot desa-desa wisata di seluruh Indonesia. Sehingga menjadi obyek wisata unggulan terutamapasca pandemi Covid19.

Oleh karena itu selama pandemi Covid19, Kemenparekraf menggencarkan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability). Selanjutnya kedua sektor tersebut dapat bangkit dan bertahan.

CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya. Dengan demikian, memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian ingkungan.

SMSI Bali akan Gandeng Kelompok Milenial Promosikan Desa Wisata Digital

Dalam pertemuan tersebut, Ketua SMSI Bali menyampaikan gambaran umum program SMSI yang dinamai Desa Wisata Digital. Menurutnya, SMSI Bali berencana akan mengambil 4 desa wisata di Bali, yang telah memperoleh Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 beberapa waktu lalu.

Keempat desa wisata tersebut masing-masing, Desa Wisata Carangsari Kabupaten Badung, Desa Wisata Jatiluwih Kabupaten Tabanan, Desa Wisata Tenganan Pagringsingan Kabupaten Karangasem, dan Desa Wisata Ekasari Kabupaten Jembrana.

“Saat ini SMSI Bali masih berupaya mengajak beberapa institusi pemerintahan maupun swasta untuk digandeng dalam program desa wisata digital. Jika tidak ada halangan, program tersebut diluncurkan awal November 2021. Tetapi bisa juga lebih cepat bila segala sesuatunya selesai lebih cepat,” ujar pria yang disapa Edo ini.

Edo menggambarkan, pelaksanaan program tersebut antara lain pembentukan kelompok kerja media, baik media mainstream maupun media sosial. Untuk media sosial, akan direkrut dari beberapa orang anggota Sekha Truna Truni (kelompok milenial) desa yang bersangkutan.

Kelompok kerja ini akan diberikan literasi digital dan pelatihan jurnalistik oleh SMSI Bali. Sehingga nantinya akan mempromosikan atraksi wisata di desa wisata masing-masing dan dipublikasi oleh seluruh media online anggota SMSI Bali.

“Kira-kira seperti itu gambarannya. Walaupun masih banyak hal teknis lain yang terkait. Ini lagi berkonsentrasi menggalang kerjasama dengan beberapa pihak,” pungkasnya. (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya