oleh

Dipelopori Perempuan Bali, Ibudaya Festival 2021 Angkat Pariwisata Tematik Wisata Spiritual

Denpasar, Lintasnusanews.com – Pulau Dewata Bali terkenal dengan pariwisata dan budaya, hal ini tak lepas dari wisata spriritual. Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali tak hanya menikmati indahnya alam dan budaya masyarakat Bali, namun juga menjalani wisata spiritual.

Menilik potensi wisata spiritual ini, sejumlah perempuan Bali yang tergabung dalam Komunitas Bali Wariga menggagas Ibudaya Festival. Hajatan yang melibatkan para seniman dan musisi Bali ini, terlahir dari ide Ayu Laksmi, seniman Bali utara.

Festival Ibudaya yang akan mengkesplor potensi wisata spiritual ini digelar berkat kerjasama Antida Music Production dan Matahari Bali Convex. Gelaran ini kemudian mendapat dukungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Festival yang akan digelar secara virtual pada Minggu 24 Oktober 2021 pukul 16.30 WITA ini akan menampilkan selebrasi budaya 47 orang seniman dan musisi. Penampilan ini merupakan akuluturasi seni dan tradisi baik modern maupun kontemporer. Tak hanya itu, acara ini juga akan menampilkan 17 orang pemberi testimoni.

Usung tema “Mula ka Mula”, Ibudaya Festival Tampilkan Pontensi Wisata Spiritual

Ibudaya Festival mengusung tema Mula ka Mula. Mula dalam Bahasa Bali berarti menanam, Mula dalam Bahasa Indonesia artinya awal, sementara ka Mula dapat dimaknai ke asal atau ke akar. Secara garis besar Mula ka Mula merupakan ajakan untuk pulang ke asal untuk menanam.

Sementara itu, secara filosofi dapat diartikan pulang ke rahim.Makan rahim dalam Ibudaya Festival memiliki perluasan makna sebagai ruang, yakni ruang penciptaan. Kemampuan untuk menciptakan, apapun itu baik berupa ide, karya, cara berfikir dan lain sebagainya, dapat dikatakan memiliki rahim dan hal ini tidak terlepas dari perempuan.

Direktur Ibudaya Festival, Ayu Laksmi mengatakan, kegiatan ini menjadi cermin kasih seorang Ibu dalam menjaga tradisi yang luhur. Menurutnya, Ibudaya Festival ini juga mengangkat potensi wisata spiritual di Pulau Dewata.

“Ibudaya Fesrtival kita ingin angkat destinasi wisata tematik terutama wisata spiritual. Termasuk para pelaku pariwisata spiritual diangkat, sehingga menjadi sebuah ketertarikan. Design yang kita harapkan para pelaku pariwisata spiritual tidak berjualan. Tapi berbagi informasi spiritual,” ungkap Ayu Laksmi dalam jumpa pers virtual pada Kamis (21/10/2021) siang.

Konseptor Ibudaya Festival ini menuturkan, banyak kisah pulau Bali dimulai dari Bali utara. Hal ini tidak terlepas dari peradaban budaya berbagai keyakinan yang dapat ditemukan di Buleleng. Oleh karena itu, seniman dan musisi wanita Bali yang terlibat dalam festival ini dapat menjadi pemantik wisata spiritual.

Meski masih banyak kekurangan dan belum menampilkan seluruh wisata spiritual di Bali, namun Ayu laksmi berjanji akan mengevaluasi kegiatan ini nantinya. Sebagai konseptor, Ayu Laksmi juga akan mengajak para seniman, budayawan dan seniman di Bali untuk menjadikan Ibudaya Festival menjadi gelaran rutin tahunan.

Ketika ditanya soal guide line wisata spiritual, Ayu Laksmi mengaku akan membahas hal ini bersama rekan-rekannya Cok Savitri, Sandrina Malakiano dan sejumlah wanita hebat lainnya yang tergabung dalam Bali Wariga.

Seniman dan Musisi yang Tampil pada Ibudaya Festival

Ayu Laksmi juga mengapresiasi berbagai masukan dan saran dari peserta diskusi virtual demi penyempurnaan kegiatan Ibudaya Festibal pada tahun-tahun mendatang.

“Ibudaya memilih Bali utara karena banyak kisah-kisah ibu ada di Bali utara. Tentu saja karena satu dan lain hal, penyelenggaran Ibudaya ini masih banyak kekurangan yang belum bisa mengakomodir semuanya,” ujarnya.

Sejumlah seniman yang akan tampil, Ni Luh Menek, Cok Sawitri, Ida Ayu Wayan Arya Setyani, Aryani Willems, Nyoman Tini Wahyuni, Heny Janawati. Selain itu, Echa Laksmi, Ida Ayu Nyoman Dyana Pani, Jasmine Okubo, Pranita Dewi, Alien Child, I Gusti Ayu Kusumayuni. Selanjutnya, Sanggar Seni Palwaswari, Ni Nyoman Srayamurtikanti, Komunitas Mahima, Ipung Dancer.

Seniman lainnya yang djadwalkan tampil yakni Womb Ibudaya beranggotakan Aik Krisnayanti, Sagung Novi, Claudia, Ida Ayu Wisanti, Ni Ketut Fenty. Turut bergabung Jesica Winanda Leksono Putri, Kharissa Sadha, Maria Murwiki, Monique Anastasia Tindage.

Sementara gelar wicara disajikan dengan acara diskusi kontemplatif oleh spiritualis perempuan. Tak hanya itu, para pakar ilmu medis, psikolog, pelaku pariwisata dan inisiator perempuan di berbagai bidang juga hadir dalam gelaran virtual itu. Diskusi ini diharapkan merangsang kerja kolektif dan menumbuhkan keinginan untuk bergerak dalam satu semangat bersama.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam gelar wicara masing-masing, Sandrina Malakiano, Ayu Weda, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SPA., MARS, dr. Luh Karunia Wahyuni, SP.KFR-K, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, Ana Anandi dan Luh Manis.

Tentunya anda penasaran dengan penampilan para seniman dan musisi serta konsep acara yang terbilang baru ini. Karena selama ini beragam festival di Bali digelar secara offline, namun karena pandemi Covid19 sehingga festival yang dipelopori perempuan hebat di Bali ini digelar secara virtual. Festival yang akan digelar secara virtual ini dapat diakses melalui akun media sosial Ibudaya Festival. (*)

Penulis/Editor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya