oleh

10.000 Turis Asing Masuk ke Bali dengan 8 Maskapai

Denpasar, Lintasnusanews.com – Pulau Dewata Bali mulai dikunjungi turis asing sejak tanggal 04 Februari lalu. Namun peningkatan wisatawan asing ini mulai terlihat sejak tanggal 07 Maret pemberlakuan bebas karantina dan visa on arrival.

Turis Australia asal Melbourne, Stevo Mamic yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengaku prihatin dengan Pariwisata Bali. Oleh karena itu, ia mengajak warga Australia agar datang ke Bali.

“Saya cukup terkejut pesawatnya tidak penuh. Harusnya dipromosikan bahwa Bali sudah terbuka untuk publik Australia. Seharusnya (beritanya) lebih antusias disambut oleh Australia. Seharusnya semua pesawat terisi penuh, dengan penerbangan 3 kali sehari menurut saya,” ujar Stevo.

Stevo menuturkan, dirinya datang ke Bali pada tahun 2021 lalu dan tinggal selama 4 bulan, namun masih berlaku wajib karantina. Ia mengaku sangat senang bisa kembali ke Bali tanpa karantina, sehingga bisa menemui kekasihnya.

Menurutnya, Pariwisata Bali harus bersabar menunggu selama 6 bulan sampai semuanya berjalan normal. Stevo memprediksikan Bali akan ramai dikunjungi turis asing termasuk Australia pada liburan Natal dan akhir tahun. Ia juga berharap, angka kunjungan turis Australia ke Bali sebanyak 1,6 juta per tahun sebelum pandemi itu, bisa kembali terwujud.

“Warga setempat (Bali) harus menunggu paling tidak sampai natal sebelum semuanya kembali normal. Tidak banyak yang berubah di 6 bulan terahir. Masyarakat Bali sudah menderita, pariwisata untuk segera pulih kembali. 1.6 juta turis Australia ke Bali tiap tahun. Kembali, kembali (ke Bali), Bintang selalu dingin di Bali,” katanya.

Turis Asing dan WNI KTP Non Bali Wajib Booking Hotel

Sementara Humas Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira mengungkapkan, saat ini telah masuk 10.000 penumpang internasional. Peningkatan turis asing juga mulai terlihat sejak tanggal 7 Maret pemberlakuan bebas karantina dan visa on arrival.

“Sampai dengan kemarin (20/03) itu sudah ada sekitar kurang lebih 10 ribu penumpang internasional yang landing di Bali. Itu dengan 7 maskapai. Hari ini landing perdana Maskapai Air Asia Berhad, sehingga total 8 maskapai. Kalau dibanding sebelum tanggal 7 Maret, terjadi peningkatan 74 persen,” ungkap Taufan, Senin (21/03/2022).

Maskapai internasional yang masuk ke Bali, masing-masing Garuda Indonesia rute Narita Jepang – Denpasar Bali dan rute Sidney – Denpasar. Selanjutnya, Singapore Airline, KLM Royal Dutch, Scoot Airline, Jet Star Asia Airways dengan rute Singapura – Denpasar.

Selain itu, maskapai Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur – Denpasar, Jet Star rute Melbourne – Denpasar dan Air Asia Air rute Kuala Lumpur – Denpasar Bali.

Taufan menjelaskan, para penumpang internasional wajib mengantongi hasil negatif test RT PCR saat masuk ke Bandara Bali. Selain itu, wajib menunjukan bookingan hotel 4 hari 3 malam bagi turis asing dan warga Indonesia KTP non Bali.

“Mereka (penumpang) wajib tunjukkan hasil test PCR negatif dan bookingan hotel sesuai aturan 4 hari 3 malam itu. Kalau warga ber-KTP Bali tidak harus tunjukkan bookingan hotel. Tapi kalau warga Indonesia KTP luar Bali, mereka masih diwajibkan pesan hotel 3 hari 4 malam,” pungkasnya. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya