oleh

42 Bunda PAUD Terima Penghargaan Kemendikbudristek

Jakarta, Lintasnusanews.com – Ibu negara Iriana Jokowi memberikan apresiasi gerakan transisi Pendidikan Anak Usia Dini PAUD ke Sekolah Dasar (SD) yang digagas Kemendikbudristek bulan Maret lalu. Dalam gerakan itu, pembelajaran berfokus pada aspek kemampuan fondasi anak yakni kognitif, bahasa, motoric, sosial, seni, dan lingkungan.

“Kami sangat berbangga, karena sejak gerakan ini diluncurkan, antusiasme di berbagai daerah di Indonesia sangat tinggi. Semakin banyak kegiatan sosialisasi yang dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat terkait gerakan ini,” kata Iriana dalam acara Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2023 di Jakarta, Rabu (08/11/2023).

Baca juga: Rekrutan Guru ASN Terpusat, Standar Guru Honorer Pemda Belum Optimal

Sebanyak 42 orang Bunda PAUD yang menerima penghargaan dengan tiga kategiri yakni; Wiyata Dharma Utama, Wiyata Dharma Madya, dan Wiyata Dharma Pratama. Para penerima penghargaan tersebut adalah 9 terbaik untuk Bunda PAUD Provinsi, 24 terbaik kabupaten/kota nontertinggal, dan 9 terbaik untuk daerah tertinggal.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan program kerja dan aksi nyata yang dilakukan oleh Bunda PAUD di seluruh Indonesia. Dalam mendukung tiga target perubahan Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan.

Hadir dalam acara apresiasi itu sebanyak 270 orang Bunda PAUD dan 840 anggota Pokja Bunda PAUD provinsi dan kabupaten/kota.

Kemendikbudristek Apresiasi Kinerja Bunda PAUD se-Indonesia

Selain Iriana Jokowi, apresiasi juga disampaikan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya. Menurut Nadiem, ini merupakan sebuah bentuk penghargaan kepada seluruh Bunda PAUD di Indonesia yang telah ikut berperan aktif.

“Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian para Bunda PAUD. Untuk bergerak bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Mari terus bergerak dan berkolaborasi bersama dalam memenuhi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ungkap Nadiem Makarim.

Baca juga: Musisi Tradisional Indonesia Perlu Dilindungi dalam Berkarya

Dukungan dan respons positif peran Bunda PAUD, sebagai salah satu mitra dan penggerak advokasi Gerakan Transisi PAUD ke SD di daerah masing-masing. Menurut Nadeim, sejak diluncurkan pada Maret lalu, banyak cerita dukungan yang inspiratif dan inovatif dari pemerintah daerah.

Nadiem mengaku, tiga target perubahan yang mulai nampak di tahun ajaran 2023/2024. Beberapa daerah telah berhasil menghilangkan tes calistung dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada pendidikan dasar (SD/MI).

Selain itu, penerapan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama juga sudah banyak dilaksanakan. Hal ini kata Nadiem, tak luput dari peran Bunda PAUD yang secara aktif melakukan sosialisasi, advokasi, dan bahkan pendampingan selama masa PPDB dan MPLS tersebut.

Oleh karena itu, gerakan transisi PAUD ke SD perlu terus menerus dilakukan. Sebab, masih ada target perubahan lain yang perlu dipastikan terjadi dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan.

“Kita harapkan bahwa satuan pendidikan telah melaksanakan pembelajaran yang aktif dan eksploratif. Guna membangun rasa ingin tahu yang sarat dengan interaksi positif dalam membangun kepercayaan diri anak,” pungkasnya. (rdn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya