oleh

Minat Kampus Melaksanakan Merdeka Belajar Mandiri Meningkat

Jakarta, Lintasnusanews.com – Program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) yang digalakkan Nadiem Anwar Makarim sejak menjabat Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) semakin meningkat. Animo mahasiswa untuk belajar di luar kampus dengan pengakuan satuan kredit semester (SKS) hingga 20 SKS itu menarik minat mahasiswa maupun perguruan tinggi.

“Mahasiswa yang mendaftar MBKM tidak semuanya tertampung. Ada yang lolos, tapi ada juga yang tidak lolos. Kami berpikir bahwa sebetulnya di kampus banyak potensi kegiatan. Berbekal pengalaman melaksanakan MBKM sebelumnya, kami mencoba menawarkan MBKM Mandiri,” ungkap Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Solehuddin di sela-sela Vokasifest x Festival Kampus Merdeka, di Taman Ismail Marzuki, Selasa (12/12/2023).

Berdasarkan hingga Oktober 2023 mahasiswa Merdeka Belajar di Indonesia yang menjalani pembelajaran di luar kampus tercatat sekitar 920.000. Mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai program MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sesuai minat masing-masing.

Solehudin mengatakan, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi berbagai persoalan di masyarakat secara bergotong royong.

“Cara berpikirnya harus inklusif dan kolaboratif. Dengan demikian kita bisa menghasilkan sesuatu yang multiefek,” ujarnya.

Sementara Asisten Direktur Kelompok Inovasi dan Kemitraan Pembelaiaran (KIKP) Bank Indonesia Institute, Aprilia Rosita, kolaborasi stakeholder membawa manfaat. Diantaranya para mahasiswa, perguruan tinggi dengan sektor Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), perguruan tinggi dan juga mitra DUDI.

“Pas sekali saat kami punya kebutuhan untuk proyek dan riset tertentu. Kami bisa mendapatkan mahasiswa yang mempunyai keterampilan yang sesuai, jadi klik,” kata Aprilia.

Hal senada disampaikan Ketua Usaha Mikro Kecil Menengah–Industri Kecil Menengah (UMKM IKM) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Roland Walla. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja.

Tak hanya itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri juga dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan di kampus. Melalui kehadiran dan keterlibatan praktisi dalam proses perkuliahan. (rdn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya