oleh

Seminar Energi Hijau Kawasan Asia Pasifik Diharapkan Jadi Aksi Nyata

Tabanan, Lintasnusanews.com – Seminar tahunan Pusat Penelitian Asia pasifik (APEC) khususnya Teknologi Biohidrogen Lanjut (ACABT), kembali digelar di Kebun Raya Eka Karya, Kabupaten Tabanan, Bali pada 25 – 26 Juli 2019. Kegiatan yang dihadiri 80 peserta dari 4 negara ini, bertujuan menjalin kerjasama sumber daya di kawasan Asia-Pasifik dalam rangka mewujudkan Energi Hijau dan Ekonomi Hijau yang melahirkan dan menjaga keberdayaan komunitas lokal secara berkesinambungan.

“Hasil kegiatan ini perlu dikemas dan ditindaklanjuti berupa aksi nyata, sehingga dapat berkontribusi dalam penyediaan bahan bakar dari sumber-sumber nabati termasuk dari mikroalga untuk memproduksi biohidrogen. Kerja sama yang saling menguntungkan dapat meningkat melalui forum ini. Tantangan besar bagi Indonesia adalah melakukan riset terkait beberapa sumber daya alam dan hayati yang ongkos produksinya rendah agar komersialisasi lancar dan dapat cepat meningkat pemanfaatan dan aksesnya,” ungkap Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI yang juga menjabat sebagai Chair APEC-ACABT Indonesia Branch Prof Dr. Enny Sudarmonowati, melalui siaran pers, Jumat (26/07/2019).

Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini juga bertujuan, memperkuat kolaborasi energi baru dan terbarukan di kawasan Asia Pasifik dengan Mengarusutamakan Bioresources. APEC-ACABT merupakan forum sains dan teknologi yang mewadahi perwujudan platform internasional untuk pengembangan teknologi biohidrogen.

Enny Sudarmonowati mengatakan, pertemuan ini mengkombinasikan kegiatan seminar dan FGD, sehingga hasilnya lebih banyak materi. Diantaranya peta riset Energi Baru Terbarutan (EBT), termasuk biohidrogen di Indonesia. Selain itu, koordinasi riset yang lebih baik serta jalinan kerja sama yang lebih erat di antara negara anggota dan peserta yang dikoordinasikan oleh Feng Chia University Taiwan selaku koordinator APEC-ACABT, karena penelitian biohidrogen sudah maju dan diaplikasikan di banyak tempat.

Seminar tahunan ini juga dihadiri oleh para anggota APEC-ACABT yang mayoritas adalah pakar dibidang energi, khususnya biohidrogen. Dalam kegiatan ini juga menampilkan hasil penelitian terkini para ilmuwan dari Indonesia, Taiwan, Thailand, dan Malaysia dibidang bioenergi dan pengetahuan hayati.

Forum Pusat Penelitian kawasan Asia Pasifik ini diharapkan dapat mendorong terciptanya peluang kerja sama yang lebih besar antar ilmuwan di wilayah Asia Pasifik dalam menyusun program pengembangan dan peningkatan teknologi untuk menghasilkan energy alternatif berbasis bioresources.

Pertemuan tahunan APEC-ACABT dilangsungkan di Indonesia ini, diorganisir oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Focal Point dari Indonesia di forum internasional APEC-ACABT. (Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya