oleh

Pramuka Flores Timur Tanam 10 Ribu Pohon di 320 Sumber Mata Air

Larantuka, LNN – Pramuka Kwartir Cabang Flores Timur, NTT bersama warga menanam 10 ribu pohon di 320 sumber mata air secara serentak di Flores Timur Daratan, Pulau Solor dan Pulau Adonara. Aksi tanam pohon ini sebagai upaya mengantisipasi kekeringan untuk menjaga debit air jangka panjang dan melestarikan lingkungan.

“Semua kawasan mata air di Flores Timur dilakukan penanaman serempak pohon penghasil air, yang digerakan oleh Pramuka bersama para camat, lurah, kades dan elemen masyarakat lain. Ini Luar biasa pertanda baik, bahwa masyarakat kita sadar akan bahaya kekeringan sumber mata air permanen 5-10 tahun ke depan,” ungkap Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Flores Timur, Agustinus Payong Boli, saat dihubungi Lintasnusanews.com, Rabu (22/01/2020) petang.

Ketua Adat Desa Lewopulo, menyerahkan pohon secara simbolis kepada Ketua Kwarcab Pramuka Flotim,Agusttinus Payong Boli, di lokasi mata air Wai Belen, Rabu (22/01/2020) pagi. Foto: Istimewa

Agus Boli yang juga menjabat Wakil Bupati Flores Tmur ini mengatakan, gerakan Pramuka Tanam Serempak mata air ini , menjadi pemicu awal agar setiap musim hujan, masyarakat dihimbau menanam pohon di daerah mata air. Penanaman serempak di seluruh kawasan mata air di Flores Timur dipimpin langsung ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Flores Timur Agustinus Payong Boli, bersama para camat se-Flores Timur, Lurah, Kepala Desa, TNI, Polri, anggota Pramuka dan masyarakat secara serempak pada pukul 10.00 Wita.

“Masa mata air kita di ambang kekeringan permanen lalu kita hanya bisa seminar dan omong kosong tanpa tindakan memulai menanam air. Kalau bukan kita ya mau harap siapa lagi. Kalau bukan sekarang ya kapan lagi. Saatnya kita menanam karena sadar akan kebutuhan air di masa depan,” tegas Agus Boli yang memimpin aksi tanam pohon di kawasan mata air Wai Belen Desa Lewopulo, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara.

Selain kawasan mata air, aksi tanam pohon  juga dilakukan di kawasan lereng Gunung Ile Mandiri Larantuka yang mengalami kebakaran pada akhir tahun 2019 lalu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir, mengingat Kota Larantuka sebagai ibukota Kabupaten Flores Timur yang tepat berada dibawah kaki Gunung itu beberapa kali tertimpa musibah banjir.

“Demikian halnya gunung Ile Mandiri dan bukit-bukit lain yang sudah gundul harus kita tanami kembali menjadi hijau dan indah. Gerakan tanam serempak di sumber mata air ini, menjadi program wajib Pramuka Flores Timur tiap tahun dan tanggal 22 Januari ditetapkan menjadi ‘hari tanam serempak’ mata air di Flores Timur,” pungkas Agus. (Boy/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya