oleh

Dibangun Urunan, SMP Swasta Dona Mart Ende Gelar Syukuran Pembukaan Sekolah

Ende, Lintasnusanews.com – Warga Kecamatan Lio Timur Kabupaten Ende NTT, kini mulai tersenyum lega setelah bangunan Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Dona Mart yang dibangun dengan urunan dana mulai beroperasi. Warga menggelar misa syukur secara keyakian Katolik, sebagai tanda dimulainya pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru 2021 – 2022.

Ketua Yayasan More Manggo, Fransiskus Xaverius Laka menjelaskan, SMPS Dona Mart didukung oleh 7 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Lio Timur. Proses belajar akan didukung oleh 16 orang tenaga guru, 2 orang tenaga tata usaha dan  1 orang security.

“Sekolah ini dibangun semata -mata  untuk membantu anak didik kita yang jauh dari sekolah. Walaupun memprihatinkan, namun kami harus berjuang membangun kampung halaman kami dalam bidang pendidikan. Sekolah menengah pertama ini dibangun berkat campur tangan dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk tokoh masyarakat dan simpatisan yang ada di Lio Timur,” ungkap Frans, Rabu (28/07/2021).

Frans mengaku, para siswa yang telah mendaftar dan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar di tahun pertama ini sebanyak 45 orang. Setiap siswa hanya dipungut uang sekolah sebesar Rp900 ribu, tanpa dibebani jenis taguhan keuangan lainnya.

Dengan pungutan uang ini menurut Frans, hanya mampu membayar gaji guru, tenaga tata usaha dan security selama 3 bulan. Selanjutnya pihak yayasan dan para pembina sekolah akan bekerja ekstra keras untuk mencari tambahan dana untuk biaya gaji dan operasional sekolah pada bulan berikutnya.

Frans meyakini dengan memulainya KBM tahun ini, maka jumlah siswa pada tahun-tahun berikutnya akan terus bertambah. Karena kawasan penyangga sekolah ini didukung oleh 7 SD yang berada diwilayah Lio Timur. Selain itu dukungan pemerintah desa setempat juga memberikan motivasi bagi sekolah dan seluruh pengurus Yayasan More Manggo.

SMPS Dona Mart Ende Menjawab Kebutuhan Pendidikan Anak Lio Timur

Hal senada juga disampaikan perwakilan orangtua murid, Beni Sani yang terus memberikan semangat dan apresiasi  kepada  suster Martini selaku pembina. Selain itu, apresiasi juga kepada Frans Laka selaku Ketua Yayasan More Manggo dan para guru yang siap mengabdi membangun Lio Timur ini.

“Sebagai orangtua murid, kami patut memberikan apresiasi yang setingginya kepada suster Martini selaku pembina yayasan. Yang telah berjuang menghadirkan SMPS Dona mart di Desa Fatamari. Dengan kehadiran SMPS ini, maka keluhan warga untuk membangun sekolah menengah pertama terjawab” ungkap Beni.

Sementara Kepala SMPS Dona Mart, Yuliana Nona mengaku, kehadiran sekolah SMPS Dona Mart di Kabupaten Ende ini merupakan kerinduan warga masyarakat di kecamatan Lio Timur. Menurutnya, keberhasilan ini juga merupakan kehendak Tuhan sehingga kerja keras yayasan dapat berjalan lancar.

Yuliana berharap, orangtua murid tidak ragu menitipkan anak-anaknya di SMPS Dona Mart. Karena sekolah yang dibangun ini bukan hanya milik pengurus yayasan, kepala sekolah, atau ketua yayasan. Namun milik seluruh warga masyarakat Kecamatan Lio Timur.

“Kami berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk diantara kepala sekolah dari  7 SD yang berada di L:io Timur. Sekolah ini merupakan milik warga masyarakat Lio Timur. Karena itu, kita harus bergandengan tangan mendukung SMPS Dona Mart,” harap Yuliana.

Pembina Yayasan More Manggo, Suster Martini mengaku, niat tulusnya untuk menghadirkan SMPS Dona Mart berawal dari rasa keprihatinan kepada masyarakat dan anak-anak setempat. Menurutnya, selama ini anak-anak Lio Timur harus mengikuti pendidikan yang jauh dari kampung.

“Untuk menghadirkan SMPS Dona Mart ini membutuhkan waktu yang panjang dan proses yang cukup rumit dan melelahkan.  Bukan cuma itu,  setelah mendapat izin, kami harus membantu orangtua wali murid untuk menyiapkan pakaian seragam bagi  siswa,” pungkasnya. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya