oleh

SMP Satu Atap (Satap) Pigang Resmi Berstatus SMP Negeri

Maumere, Lintasnusanews.com – SMP Satu Atap (Satap) Pigang Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka NTT resmi berstatus SMP Negeri Pigang. Pengalihan status SMP Negeri ini  ditandai dengan peresmian oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo pada Kamis (12/8/2021).
Bupati Sikka mengharapkan kinjerja pendidik dan kualitas peserta didik ditingkatkan kualitasnya setelah menyandang status sekolah negeri.
“Hari ini sekolah satu atap sudah diresmikan menjadi sekolah negeri. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan harus ditingkatkan,” ungkap Bupati yang akrab disapa Robi Idong ini.
Meski telah alihstatus, namun proses kegiatan belajar mengajar masih menggunakan bangunan SD Negeri Pigang. Oleh karena itu, diharapkan koordinasi komite sekolah dengan pemerintah akan menyediakan dana untuk pembelian tanah.
“Soal tanah untuk pembangunan sekolah nanti berkoordinasi dengan komite untuk pembelian tanah. Pemerintah akan menyiapkan dananya,” ujar Robi.

Pembangunan SMP Satap Pigang Berkat Gotong-royong Tokoh Masyarakat

Sementara Kepala SMP Negeri Pigang, Edelfildis mengaku, rencana membangun SMP  Satap itu berawal sejak tahun 2007. Berdasarkan inisiatif tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama  dan para guru, sehingga dibangun SMP Satap Pigang.
Edel menuturkan, perjuangan untuk mendirikan SMP Satap ini berawal dari banyaknya siswa SD yang drop out setelah sambut baru (sakramen dalam Agama Katolik). Salah satu tokoh masyarakat setempat Alm Heribertus Baso kemudian membuat mengajak tokoh masyakarat dan tokoh pemuda untuk mengajukan proposal kepada Bupati Sikka.
“SMP Satap ini dibangun sejak tahun 2007 atas inisiatif tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama serta para guru. Dimotori oleh alamarhum Heribertus Baso,” tutur Edel.
Setelah SMP Satap resmi dibangun tahun 2008 lalu, KBM mulai berjalan dengan jumlah siswa 10 orang dan 3 orang guru. Berkat kerja keras semua pohak, sehingga jumlah siswa dan guru terus bertambah hingga pada tahun 2010 mencapai 443 siswa.
“Perjuangan dan suka duka  mendirikan SMP Satap ini begitu panjang. Mulai dari jumlah murid dan guru yang kurang hingga sarana dan prasarana. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Manyela Da Chunha mengaku saat ini sudah 6 dari 12 sekolap Satap telah berstatus negeri. Hal ini melalui kajian yang matang sesuai sesuai keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
“Hingga saat ini, sudah 6 SMP Satap yang dinegerikan. Untuk.menegerikan SMP Satap butuh kajian yang mendalam,” ujar Kadis PKO.
 Kadis PKO menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sikka saat ini tengah fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang layak dan berkualitas. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya