oleh

Diduga “Menyiksa” Siswa SMK Bhaktyarsa Maumere, Satpol PP Sikka Dituding Arogan

Maumere, Lintasnusanews.com – Diduga “menyiksa” siswa SMK Bhaktiyarsa Maumere saat penertiban PPKM disaat kegiatan tatap muka, Satpol PP Sikka NTT dituding  arogan. Peristiwa itu terjadi saat Kasatpol PP Sikka, Adeodatus Buang Da Chunha diduga memaksa siswa squat jump saat hendak membubarkan kegiatan belajar di sekolah itu.

“Kami semua kaget, Buang datang dan berteriak-teriak kepada para siswa. Sambil masuk kedalam kelas dan memerintahkan siswa untuk segera keluar dari ruangan. Padahal dalam ruangan itu jumlah siswa hanya sebatas 6 sampai 12 orang. Khusus siswa yang ingin menerima pelajaran dan mengikuti ujian di sekolah sesuai permintaan orantuanya,” ungkap Kepala SMK Bhaktiyarsa Suster Marselina Lidi.

Suster Marselina.menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/08/2021) yang lalu sekitar pukul 09.00 WITA. Menurutnya, KBM tatap muka terpaksa digelar karena keluhan orangtua yang lantaran anaknya tidak pernah mendapatkan pembelajaran tatap muka.

Sementara siswa perempuan yang mengenakan rok juga diperintahkan untuk melakukan kegiatan yang sama. Namun dilarang oleh kepala sekolah dan meminta agar siswa perempuan tidak perlu melakukan squat jump.

Suster Marselina mengaku, saat peristiwa itu juga Kasatpol PP menghubungi dua orang wartawan televisi untuk meliput kegiatan pembubaran itu. Namun dirinya menyesalkan, tidak dimuat pernyataan dari pihak sekolah sehingga pemberitaan dinilai sepihak.

“Saya sungguh amat kecewa dengan wartawan yang mewawancarai saya. Tidak ada satu kalimat pun keterangan saya diberitakan, hanya pernyataan Buang yang diberitakan. Sementara kejadiannya hari selasa, dalam berita itu disampaikan hari Kamis (12/8). Ini wartawan atau apa? bolehkah berita itu disiarkan secara sepihak?” tanya Marselina.

Kasatpol PP Sikka Bantah Menyiksa Siswa SMK Bhaktiyarsa Maumere

Sementara Kasatpol PP Sikka, Buang Da Chunha yang dikonfirmasi Jumat (13/08/2021) membatah keras pernyataan pihak sekolah. Menurutnya, pada saat itu ia datang dan menemui satpam. Selanjutnya menemui kepala sekolah dan menjelaskan kalau siswa dilarang mengikuti KBM karena masih dalam PPKM.

Terkait adanya tindakan kekerasan yang disampaikan pihak sekolah, Buang mengaku siswa diminta untuk melakukan squat jump itu bertujuan meningkatkan imun tubuh.

“Saya bertindak sesuai aturan. Ssaat saya datang saya menemui satpam, menyampaikan kepada para guru termasuk kepala sekolah. Bahkan saat saya menjelaskan kepada siswa didampingi langsung oleh kepala sekolah sendiri. Squat jump diberikan kepada siswa hanya untuk meningkatkan imun tubuh,” jelas Buang. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya