oleh

Penuhi Kerinduan Masyarakat, Bupati Sikka Resmikan SMP Negeri Hamar

Maumere, Lintasnusanews.com – Bupati Sikka NTT Fransiskus Roberto Diogo meresmikan SMP Satu Atap Hamar menjadi SMP Negeri Hamar Kecamatan Doreng, Jumat ((13/08/21). Peresmian ini untuk menjawab kerinduan masyarakat Desa Woloterang untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri.

Bupati berharap, dengan alih status ke sekolah negeri ini, SMP Negeri Hamar Doreng dapat melayani peserta didik berkualias bagus dan dirawat dengan baik. Selain itu, sekolah ini letaknya sangat strategis sehingga melayani para siswa di sekitar Desa Woloterang khususnya dan Kecamatan Doreng pada umumnya.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Sikka saat ini memiliki 87 SMP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 sekolah berstatus negeri dan 42 sekolah lainnya masih berstatus swasta.

Oleh karena itu, jika terdapat sekolah swasta yang tidak mampu maka pemerintah siap alih status swasta ke negeri. Bupati juga mengingatkan Kadis PKO Sikka untuk tidak memaksa sekolah swasta untuk dinegerikan.

“SMP se-Kabupaten Sikka saat ini  berjumlah 87 sekolah. Dari jumlah ini sebanyak 45 sekolah negeri dan 42 lainnya sekolah swasta. Kalau sekolah swasta tidak mau dinegerikan sebaiknya jangan dipaksa. Pemerintah akan membantu menegerikan sekolah swasta apabila  tidak mampu,” jelas Bupati yang akrab disapa Robi Idong ini.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menghimbau masyarakat sadar akan pandemi Covid19 dan mengikuti protokol kesehatan (Prokes ). Namun karena saat ini Kabupaten Sikka sulut mendapatkan vaksin, sehingga masyarakat diminta untuk sabar.

IKLAN

SMP Negeri Hamar Doreng Masuk Urutan SMPN ke-42 di Sikka

Sementara Camat Doreng, Polykarpus Manase mengaku, peresmian alih status sekolah ini menjadi kebanggan masyarakat setempat. Sementara untuk menunjang SMP Negeri Hamar ini, terdapat 19 sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Doreng.

Menurut Polykarpus, dengan alih status SMP Negeri Hamar ini, maka di Kecamatan Doreng memiliki 4 SMP Negeri. Selama ini telah berdiri SMPN Kolang Popot, SMPN 2 Bola dan SMPN Wolomotong. Selanjutnya untuk tingkat SMU wilayah Doreng telah berjalan SMA Restorasi Doreng dan SMA Habibola.

“Kami patut berbangga dan berterimakasih kepada pemerintah. Karena Kecamatan Doreng saat ini telah memiliki 4 SMP Negeri. Bahkan tahun ini Kecamatan Doreng juga memiliki 2 SMA,” jelasnya.

Kadis PKO Kabupaten Sikka, Manyela Da Chunha menuturkan, pihaknya telah mengurutkan SPMN 1 hingga ke SMPN 45. Sebelumnya pemerintah juga telah meresmikan SPMN 45 Watupajung di Kecamatan Lela.

Pria yang akrab disapa Yel itu menjelaskan, dengan konsep merdeka belajar, pada episode ke-7 akan ada sekolah penggerak. Menurutnya, bulan Juli lalu dirinya diundang untuk mengikuti rakor tingkat nasional di Denpasar Bali.

Dalam kesempatan itu, Kabupaten Sikka dipercayakan oleh Kementerian Pendidikan menjadi kabupaten sekolah penggerak. Oleh karena itu sejumlah persiapan harus dilakukan termasuk sumber daya manusia (SDM), sekolah, kepala sekolah dan juga para guru.

“Dengan adanya sekolah penggerak, maka yang harus dipersiapkan adalah sumber daya manusia sekolah,  diantaranya kepala sekolah dan para guru,” ujarnya. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya