oleh

Anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah Merdeka Meningkat Hingga Rp 2,5 triliun

Jakarta, Lintasnusanews.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengklaim, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka menorehkan opini positif, sejak diluncurkan pada 26 Maret 2021 lalu. Peluncuran KIP Kuliah Merdeka yang telah memasuki episode ke-9 itu, sebagai kebijakan Merdeka Belajar dengan anggaran senilai Rp 2,5 triliun.

Kemendikbudristek mengubah skema KIP Kuliah dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Perubahan ini berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada tahun 2021.

Anggaran yang dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat signifikan dari Rp1,3 triliun pada 2020, menjadi sebesar Rp 2,5 triliun.

“Sambutan masyarakat terhadap KIP Kuliah Merdeka ini luar biasa tahun ini,” ungkap Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Abdul Kaha, Kamis (30/12/2021) kemarin.

Hal ini diungkapkan Abdul ketika menyampaikan tanggapan masyarakat tentang KIP Kuliah Merdeka yang mengangkat tema “Mewujudkan SDM Unggul Melalui KIP Kuliah Merdeka dan Perluasan Beasiswa LPDP”.

Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan memaparkan, pihaknya mengunakan metode random sampling. Sementara jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 267 responden. Wawancara juga dilakukan menggunakan telepon oleh pewawancara yang sudah terlatih.

Berdasarkan survei, program Merdeka Belajar adalah program yang populer di kalangan penerima KIP Kuliah Merdeka maupun pimpinan perguruan tinggi. Mayoritas (83,1%) mengetahui program tersebut dan hampir semuanya (91%) menilai pelaksanaannya secara positif.

“Program KIP kuliah juga dinilai positif dan mendapatkan apresiasi yang tinggi, baik dari segi kemanfaatannya maupun prosesnya. Peningkatan besaran biaya hidup dinilai sudah memadai dan sudah memperhatikan dengan baik keadilan antarwilayah. Komponen terbesar biaya hidup menurut para responden adalah biaya tempat tinggal dan biaya makan,” ungkap Djayadi Hanan.

Peserta KIP Kuliah Merdeka Apresiasi Program Pemerintah

Selain itu, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disediakan juga dinilai sudah memadai. Pengeluaran biaya pendidikan paling besar mencakup kuota internet, bahan kuliah, alat pembelajaran, dan biaya praktikum. Selama masa pandemi, terjadi penurunan pengeluaran perbulan untuk biaya pembelajaran dibanding situasi normal.

Hal menarik lainnya, perubahan biaya pendidikan berdasarkan akreditasi program studi umumnya juga dinilai positif. Karena memberikan peluang bagi peserta KIP Kuliah untuk mengikuti program Merdeka Belajar secara lebih baik.

“Model pembiayaan ini juga dinilai positif untuk peningkatan mutu pembelajaran,” imbuhnya.

Selaras dengan hasil survei LSI, salah satu penerima manfaat KIP Kuliah Merdeka adalah Alifia Cantika Nurrahmah, asal Sumatera Barat turut menyampaikan komentar positifnya. Ia merasa beruntung karena dapat merasakan manfaat KIP Kuliah.

“Alhamdulillah, saya senang dan bahagia bisa merasakan manfaat KIP Kuliah Merdeka ini. Dengan program ini saya lebih percaya diri untuk berkuliah dan menggapai cita-cita,” kata Alif.

Alif bercerita bahwa dia bukanlah penerima KIP semasa di SMA. Dia mengetahui program sebelum mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021. Awalnya, ia bingung memilih universitas dan program studi karena harus mempertimbangkan biayanya mengingat perekenomian keluarga Alif saat itu ikut terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Setelah saya tahu ada program sebaik ini dari Kemendikbudristek, saya merasa percaya diri dan yakin untuk mengambil jurusan Agronomi dan Hortikultura Di IPB University yang jaraknya jauh dari kota asal saya,” ucapnya optimistis. (rls/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya