oleh

LSM di Flores NTT Berkomitmen Edukasi Masyarakat Tentang Perubahan Iklim

Larantuka, Lintasnusanews.com – Lima Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Flores berkomiten mengedukasi masyarakat terkait perubahan iklim dan dampaknya yang mulai melanda wilayah NTT. Kelompok LSM yang tergabung dalam koalisi pangan baik ini juga bersepakat membangun aksi konservasi di lokasi mata air melalui kegiatannya.

“Kita masih terpukau pada hal lain di luar kesadaran tentang perubahan iklim. Dampaknya banyak sekali dan kita semua punya tanggung jawab besar,” ujar Koordinator Yayasan Ayu Tani Mandiri, Thomas Uran dalam rakor di Hokeng, Senin (10/01/2022).

Thomas menambahkan, para peserta berkomitmen menyadarkan masyarakat dengan membangun aksi konservasi di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, masyarakat harus menyadari dampak dari perubahan iklim dan mau bergerak bersama untuk mengantisipasi.

Sementara Ben Asan dari Yayasan Yaspensel mempresentasikan materi perihal anak muda dan kesadaran perubahan iklim. Menurutnya, perubahan iklim juga telah dirasakan masyarakat di Flores, dari cuaca hujan dan panas yang tak menentu.

“Salah satu dampak dari perubahan iklim adalah cuaca hujan dan panas yang sulit diprediksi,” ujarnya.

LSM yang hadir dalam rakor masing-masing; yayasan Kehati, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Yayasan Ayu Tani Mandiri, Yaspensel, dan Ayo Indonesia. Rakor yang melibatkan para enumerator di wilayah Flores Timur dan Lembata itu terpusat di Wisma Sesabanu, Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur NTT.

Semua pemateri menyoroti dampak perubahan iklim yang melanda berbagai wilayah, salah satunya musibah badai seroja belum lama ini. Para milenial yang dipercayakan menjadi enumerator, diharapkan peka terhadap isu perubahan iklim. (pkl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya