oleh

Hadiri Ngopi Kebangsaan di Bali, Gus Nuril: Bangsa Ini Besar Bukan dari Satu Golongan

Denpasar, Lintasnusanews.com – Puluhan masyarakat dari berbagai suku di Indonesia mengikuti Ngopi Kebangsaan bertajuk “Merajut Kebhinekaan Melawan Intoleran”, Selasa (15/2/2022) malam.

Acara yang digagas Organisasi kemasyarakatan Patriot Garuda Pancasila (PGN) Wilayah Bali ini berlangsung di Ponpes Syifaq Qulub Tunggal, Jalan Nuansa Indah Selatan III nomor 9B, Banjar Kertasari, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Ngopi Kebangsaan dihadiri Kadensus 88 Antiteror (AT) Polri Irjen Pol. Marthinus Hukom, Senopati Nusantara PGN DR. KH Nuril Arifin Husein, Ketua Umum PGN Gus Iwan Cahyono Iskandar dan puluhan tokoh masyarakat Denpasar.

“Saya sangat bangga dan juga memberi apresiasi kegiatan yang digelar oleh PGN Wilayah Bali ini,” ujar Irjen Pol. Marthinus Hukom.

Kepala Densus 88 Antiteror menyatakan, acara ini karena penting karena akan mengikat nilai-nilai, norma-norma serta kebiasaan-kebiasaan yang bersumber dari entnik di Indonesia.

Ia lantas menyebut, diskusi yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai suku di Indonesia ini, secara tidak langsung mengikat tali persaudaraan dan persahabatan yang lebih luas.

“Luar biasa karena malam ini yang datang dari lintas budaya, lintas agama dan lintas etnis, sehingga kalau bicara kebangsaan tentunya lebih efektif,” ucapnya.

Sementara Senopati Nusantara PGN DR. KH Nuril Arifin Husein menyatakan bahwa semangat Kebhinekaan harus terus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pria yang akrab disapa Gus Nuril menyatakan, Bangsa Indonesia menjadi besar bukan karena satu kelompok atau satu golongan. Namun berasal dari berbagai suku di Nusantara.

“Bangsa ini besar ya karena Anda-anda ini yang berasal dari Bali, Sumatera, NTT, Ambon, Jawa, Batak, Kalimantan, Madura dan lain-lainnya. Bukan dari satu kelompok atau satu golongan,” ujarnya.

Gus Nuril kemudian menyentil kelompok-kelompok agama yang merasa paling benar sehingga kerap merendahkan agama lain.

“Sekarang ini muncul kadrun-kadrun yang seolah-olah paling benar. Suka mengkafirkan saudara-saudaranya sendiri. Mereka-mereka ini yang pada akhirnya memunculkan permusuhan sesama anak bangsa,” tandasnya. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya