oleh

Butuh Bantuan Kuota Internet untuk Belajar? Simak Aturan Kemendikbud

Jakarta, Lintasnusanews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan aturan bantuan kuota internet untuk belajar. Bantuan ini ditujukan untuk siswa PAUD hingga perguruan tinggi, dengan mengikuti Peraturan Sekjend Nomor 14 Tahun 2020.

“Bantuan kuota data internet diberikan kepada siswa, mahasiswa, pendidik dan guru, serta dosen,” ungkap Sekjend Kemendikbud Ainun Na’im, di Jakarta, Senin (21/09/2020).

Ainun menjelaskan, bentuk bantuan kuota internet untuk belajar ini dengan rincian kuota umum dan kuota belajar dengan mendaftar melalui http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id. Kuota umum digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sementara kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Paket kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Selanjunta peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Kuota Belajar Bagi Tenaga Pendidik

Sementara paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD hingga SMU mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Sedangkan untuk paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. Penyaluran kuota internet untuk belajar ini berlaku sejak bulan September hingga Desember 2020.

A. Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama:

1. tahap I pada tanggal 22 sampai 24 September 2020.
2. tahap II pada tanggal 28 sampai 30 September 2020.

B. Bantuan kuota data internet untuk bulan kedua:
1. tahap I pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2020.
2. tahap II pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020.

C. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan:
1. tahap I pada tanggal 22 sampai 24 November 2020.
2. tahap II pada tanggal 28 sampai 30 November 2020.

Pendataan Ponsel untuk Mendapatkan Kuota Internet Belajar

Sejumlah aturan harus dilalui pendidik maupun peserta didik untuk dapat menerima bantuan kuota internet. Satuan pendidikan PAUD hingga SMU harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Operator satuan pendidikan memastikan diri sudah terdaftar di Jaringan Pengelola Data Pendidikan dan Kebudayaan (http://sdm.data.kemdikbud.go.id), dan menginput data nomor ponsel pendidik dan peserta didik di aplikasi Dapodik.

Sedangkan bagi jenjang pendidikan perguruan tinggi wajib terdaftar di aplikasi PDDikti (https://pddikti.kemdikbud.go.id). Pengelola PDDikti perguruan tinggi harus menginput data nomor ponsel mahasiswa dan dosen ke aplikasi PDDikti.

Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud mengumpulkan data nomor ponsel pendidik dan peserta didik dari aplikasi Dapodik dan PDDikti. Operator seluler bekerja bersama Pusat Data dan Teknologi Informasi untuk mengecek apakah nomor-nomor ponsel tersebut statusnya aktif.

Data Ponsel akan Diverisikasi Sebelum Bantuan Kuota Dikirim

Pemimpin dan operator satuan pendidikan dapat melihat hasil pengecekan operator seluler pada laman verifikasi validasi (http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id) dan PDDikti.

“Sebagai salah satu mekanisme untuk memastikan kebenaran data, pemimpin satuan pendidikan perlu menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput,” jelas Ainun.

Bagi PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah, pemimpin satuan pendidikan mengunggah SPTJM pada laman verifikasi validasi (http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id). Sedangkan untuk jenjang pendidikan tinggi, pemimpin satuan pendidikan mengunggah SPTJM pada laman kuota dikti (http://kuotadikti.kemdikbud.go.id).

Operator seluler akan mengirimkan bantuan kuota data internet kepada nomor ponsel yang aktif dan telah dipertanggungjawabkan dalam SPTJM sesuai jadwal penyaluran. Kuota internet untuk belajar pada bulan pertama dan kedua memiliki masa berlaku 30 hari sejak diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Sedangkan bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat yang dikirim secara bersamaan di bulan November. Dan akan berlaku selama 75 (tujuh puluh lima) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan memantau pelaksanaan pengadaan bantuan kuota data internet. Apabila terdapat indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Kemendikbud,” pungkas Ainun. (tim/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya