oleh

Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Meletus, Ini Kronologis Letusan

Lewoleba, Lintasnusanews.com – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata NTT kembali mengalami erupsi (meletus) pada Minggu (29/11/2020). Akibatnya warga kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur panik dan mengungsi mandiri ke Lewoleba ibukota kabupaten Lembata.

“Sebelumnya sudah kita sampaikan bahwa status Gunung Api Ile Lewotolok pada posisi (level) waspada, itu sekitar dua jam lalu. Namun sekarang sudah ditingkatkan ke level siaga,” ungkap Pengamat Pos Pantau Gunung Ile Lewotolok Jefri Pugel, Minggu (29/11/2020).

Jefri menjelaskan, status Gunung Ile Lewotolok dinaikan dari normal (level 1) ke status waspada (level 2) pada tanggal 07 Oktober 2017 lalu. Hal ini karena adanya aktifitas kegempaan Teknonik Lokal, Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal.

Namun dalam tiga bulan terakhir terekam kegempaan fluktuatof yang didominasi Gempa Vulkanik Dalam yang terekam maksimal sebanyak 26 kali kejadian pada 15 September lalu. Gunung Ile Lewotolok mengalami erupsi (meletus) pertama pada 27 November lalu.

Saat erupsi, tinggi kolom abu teramati kelabu hingga hitam hinga 500 meter diatas puncak 1.923 meter diantas permukaan laut (MDPL). Erupsi ini terekam seismograf amplitudo maksimum 34 milimeter (mm).

Selanjutnya terjadi erupsi kedua pada 29 November 2020, dengan tinggi kolom abu teramati kelabu hingga hitam setinggi 4.000 meter diatas puncak 5.423 MDPL. Erupsi ini terekam seismograf dengan Gempa Tremor dan kolom abu condong ke wilayah barat.

Jefri mengaku, status gunung Ile Lewotolok saat ini ditingkatkan dari level 2 waspada ke status siaga level 3 pada Mingu (29/11.2020) pukul 13.00 Wita. Masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk waspada dan tidak berada pada radius 4 kilometer dari puncak kawah.

“Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di Gunung ile Lewotolok agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar. Apalagi musim hujan. Masyarakat agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk melindungi mata dan kulit,” imbau Jefri.

Pengungsi Sedang Dievakuasi Pasca Gunung Ile Lewotolok Meletus

Kepala BPBD Lembata Kanis Making mengatakan, jumlah penduduk Ile Ale 21 ribu lebih, yang telah dievakuasi pemerintah dan terdaftar 2 ribu lebih. Namun sejumlah warga melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat Lewoleba, sehingga petugas masih lakukan pendataan.

“Pengungsi warga Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang sudah divekuasi 2 ribu lebih. Kita tempatkan di aula kantor-kantor pemerintah, depan kantor bupati lama dan aula Kopdit Ankara Lamahora. Itu yang masuk di posko pendaftaran. Kalau yang lari datang tinggal di keluarga masih kita data,” ungkap Kanis saat dihubungi pertelepon, Minggu (29/11/2020) siang.

Kanis menambahkan, terkait protokol kesehatan dilokasi pengungsian, petugas tetap mengimbau warga menajag jarak, selalau mencuci tangan dan menjaga jarak sosial. Hal ini untuk mengantisipasi klaster baru pengungsi Gunung Ile Lewotolok.

“Iya tetap kita terapkan protokol kesehatan meskipun di lokasi pengungsian. Kita juga takutnya terjadi klaster baru,” ujar Kanis. (enq/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya