oleh

15 Rumah Warga Kota Bengkulu dan 1 Unit Masjid Tergenang Banjir

Bengkulu, Lintasnusanews.com – Curah hujan yang tinggi melanda Kota Bengkulu Sabtu (23/04/2022) petang, mengakibatkan 15 unit rumah warga dan 1 unit mesjid di kelurahan Bentiring terendam banjir. Tinggi permukaan air berkisar 10 hingga 45 sentimeter, namun BPBD Bengkulu melaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Banjir ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu. Sedikitnya terdapat 15 KK terdampak atas kejadian ini,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Minggu (24/04/2022).

Muhari menuturkan,berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, pendataan dan kaji cepat di lokasi banjir dilakukan setelah kejadian. BPBD setempat juga telah berkoordinasi dengan lintas terkait dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan.

“Kondisi terkini banjir telah berangsur surut. Warga dilaporkan tidak ada yang mengungsi. Fasilitas publik seperti jaringan komunikasi dan listrik juga tidak ikut terganggu,” jelas Muhari.

Menurut kajian dari InaRISK, Kota Bengkulu memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

“Mengingat prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Bengkulu berpeluang hujan dengan intensitas sedang pada malam hari,” ujarnya.

Muhari mengimbau masyarakat memantau prakiraan cuaca melalui Info BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca. Selain itu untuk mengetahui resiko bencana yang ada di wilayah masing-masing melalui laman InaRISK.

“Saat ini InaRisk juga sudah dilengkapi dengan fitur jalur mudik 2022. Berisikan peta jalur mudik melalui jalan nasional, provinsi dan kab/kota hingga jalan tol beserta kelengkapannya,”paparnya.

Masyarakat juga dapat mengakses peta jalur mudik aman bencana, krena laman InaRISK juga memiliki fitur informasi bencana yang sedang terjadi. Sehingga bisa menjadi panduan bagi pemudik untuk menghindari potensi bencana yang mungkin terjadi dari akhir April hingga awal Mei nanti. (tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya