oleh

Pj Gubernur Bali Minta Dukungan Prancis Atasi Masalah Sampah

Denpasar, Lintasnusanews.com – Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meminta Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone membantu penanganan maslaah sampah di Pulau Dewata. Hal ini disampaikan Mahendra saat menerima Fabien membahas kerjasama strategis di Kantor Gubernur Bali, Kamis (16/11/2023).

“Karena (Bali) sebagai jendela pariwisata dunia. Maka pengelolaan sampah harus segera diatasi sehingga dapat menjaga citra pariwisata Bali di mata dunia,” ungkap Mantan Direskrimum Polda Bali itu.

Mahendra juga berterimakasih atas perhatian Pemerintah Prancis terhadap Bali. Menurutnya, kedatangan wisatawan asal Perancis di Bali saat ini menduduki peringkat ketujuh. Jumlah kunjungan wisatawan Prancis sejak awal tahun hingga Oktober 2023 sebanyak 162.128 orang wisatawan.

“Hal ini sangat baik bagi Bali yang sedang berusaha bangkit dari pasca pandemi covid-19 yang membuat ekonomi Bali terpuruk,” ujarnya.

Mahendra menyamapaikan, pada bulan Februari tahun 2024 nanti, Bali akan mulai memberlakukan pungutan bagi wisatawan asing yang datang ke Bali. Dana ini akan digunakan untuk menjaga pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya.

Selain itu, Bali juga sedang mendorong penggunaan bahan bakar non fosil dan kendaraan listrik dengan target zero emission pada tahun 2045. Mahendra berharap, Dubes Prancis dapat membantu mensosialisasikan hal-hal tersebut kepada warganya.

12 Ribu Ekspatriat Prancis Tinggal di Indonesia Termasuk Bali

Dalam kesempatan tersebut, Fabien Penone mengatakan, selama ini hubungan Prancis dan Indonesia terjadi dengan baik.

“Akan menghubungkan kepada investor yang bisa menangani permasalahan sampah. Sehingga bisa membantu Bali dalam penanganan sampah tersebut,” kata Fabien didampingi Atase Kerjasama Bahasa Prancis, Julie Duperoir dan Direktur Alliance Française Bali, Denys Cennet.

Menurut Fabien, saat ini tercatat kurang lebih 12 ribu ekspatriat Perancis yang tersebar se-Indonesia termasuk di Bali.

“Bali sangat penting dan merupakan aset bagi Perancis. Tidak hanya sekedar diplomasi namun lebih jauh untuk menjalin kerjasama-kerjasama strategis yang bisa memberikan multiplier efek bagi kedua belah pihak,” ungkap Fabien.

Menurutnya, beberapa kerjasama strategis yang bisa difokuskan, seperti pada bidang pariwisata. Karena belum ada kerjasama yang valid pada bidang kerjasama kultural antara Bali dan Perancis.

“Kerjasama pariwisata dalam hal kultural seperti seni kontemporer atau seni kreatif lainnya dapat menjadi poin strategis yang bisa dibangun antar kedua belah pihak,” katanya.

Selain pariwisata, kerjasama dapat dibangun dalam peningkatan keterampilan khusus, baik bagi sekolah SMK maupun Politeknik. Mengingat, saat ini Perancis juga sedang berupaya membangun sekolah Internasional Perancis di Indonesia.

“Saat ini terdapat 400 siswa yang bersekolah di tempat tersebut. Diharapkan lebih banyak menampung siswa Indonesia yang ingin bergabung di sekolah Internasional Perancis ini,” ujarnya. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya