oleh

TKN Prabowo-Gibran: Keseimbangan Pembangunan Bali Utara Harus Direncanakan

Buleleng, Lintasnusanews.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyoroti keseimbangan pembangunan Bali utara dan selatan demi meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal ini diungkapkan Dewan Pembina Tim 8-RJBBP, Roy Maningkas usai mendampingi kampanye cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka di Buleleng, Bali. Rabu (10/01/2024).

“Mmemang pembangunan di Pulau Bali harus segera difikirkan. Agar pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata tidak timpang. Selama ini, perkembangan Bali selatan sangatlah pesat. Namun berbeda dengan Bali Selatan. Nantinya ini akan menjadi bahan kajian kami. Jadi bukan untuk bersaing dengan Bali selatan, tapi supaya ada peluang Bali utara untuk juga jadi alternatif perekonomian baru di Bali,” tutur Roy Maningkas.

Menurutnya, Buleleng merupakan kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Bali utara itu memiliki segudang potensi. Oleh karena itu, pembangunan Bali utara harus direncanakan secara matang sehingga mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Buleleng adalah salah satu daerah di Bali yang punya segudang potensi. Namun, memang harus direncanakan secara terukur dan dengan kalkulasi tepat,” ujarnya.

Pembangunan Bali Utara Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Roy Maningkas mengatakan, pembangunan Bali utara itu memerlukan keterlibatan berbagai pihak, sehingga dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Khususnya dalam subsektor yang diproyeksikan menjadi pendorong utama perkembangan ekonomi kreatif.

“Di sini terdapat kerajinan berupa kain tenun khas Buleleng, seperti tenun songket, bebali, sampai endek. Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati kerajian berupa perak, anyaman, dan sebagainya. Jika ini diperhatikan secara penuh tentu akan mendongkrak perekonomian di daerah,” kata Wakil Ketua Relawan Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini.

Buleleng memiliki luas wilayah 136.588 hektar yang tersebar di 9 kecamatan. Kabupaten Buleleng memiliki 129 desa, 19 kelurahan, 550 dusun/banjar dan 58 lingkungan. Sejumlah potensi wisata yang dikenal wisatawan yakni wisata Bahari Lovina dan Pemuteran juga butuh pengembangan.

Baca juga: Pemuteran Bay Fest 2023 Komitmen Jaga Lingkungan Wisata

“Kita tahu ada habitat lumba-lumba di Indonesia bisa ditemukan di kawasan wisata bahari Lovina, Buleleng, Bali. Wisata ini sangat menarik dan edukatif,” ujarnya.

Selain itu, destinasi wisata Danau Buyan di Desa Pancasari yang merupakan salah satu dari tiga danau kembar yang terbentuk dalam kaldera besar digemari wisatawan. Namun menurut Roy, kurangnya akses kesehatan untuk warga juga harus jadi perhatian serius. Fasilitas rumah sakit umum daerah dianggap kurang lengkap.

“Ini sudah menjadi program Prabowo-Gibran terpilih menjadi Presiden dan wakil Presiden,” pungkasnya. (rdn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya