oleh

Pakar Hukum Ubaya Pertanyakan Alasan Insentif Nakes Sikka Belum Dibayar

Maumere, Lintasnusanews.com – Pakar Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Marianus Gaharpung mempertanyakan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) Sikka periode Juli 2021 – Februari 2022 yang belum dibayar. Menurut pria asal Kabupaten Sikka NTT itu, insentif nakes telah dianggarkan dalam APBD 2021, mestinya Pemkab Sikka membayar hak nakes.

Marianus menilai, pemenuhan hak-hak dasar masyarakat sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sikka, tidak terpenuhi secara baik. Hal itu terbukti  belum terbayar nya insentif nakes sejak sejak bulan Juli 2021 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten SIkka.

Marianus Garhapung minta Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus wajib dicopot oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberti Diogo. Karena dianggap tidak mampu memproses pencairan anggaran insentif nakes yang belum terbayarkan.

“Saya ikutin benar, ketika awal bekerjanya Roby Idong sebagai Bupati Sikka. Selalu menekankan adanya profesionalisme kerja dan kerja jujur kepada semua ASN Sikka. Sekarang pertanyaannya, dimana itu kerja profesional dan kerja jujur. Jika kenyataan sampai hari ini  dana nakes yang menjadi hak dasar nakes belum dibayar. Pemerintah harus jujur terhadap tidak dibayarnya dana insentif nakes,” ungkap Marianus, Senin (14/03/2022) di Maumere.

Marianus mendukung laporan para nakes yang dikawal Peduli Situasi Negara (Petasan) ke Kejari Sikka. Karena salah satu lembaga anti korupsi wajib menerima segala pengaduan yang berhubungan dengan penggunaan dana negara.

Apalagi kata Marianus, dana insentif nakes Sikka sudah dianggarkan dalam APBD 2021 dan sudah tentu berasal dari dana APBN juga. Oleh karena itu, keputusan pemberian dana insentif ini dalam bentuk perintah APBD dan APBN yang imperatif.

“Tidak ada alasan lagi untuk tidak segera menjelaskan kepada publik Sikka. Khususnya para nakes, mengapa sampai hari ini belum dibayar. Jika tidak dijelaskan, maka Bupati Sikka diduga melanggar asas umum pemerintahan yang baik, yakni transparansi dan keberpihakan,” jelas Marianus. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya