oleh

Institut Nasional Flores (INF) Segera Dibuka di Nagekeo NTT

Denpasar, Lintasnusanews.com – Institut Nasional Flores (INF) yang bernaung dibawah Yayasan Flores Mentari Nagekeo segera dibuka di Mbay Kabupaten Nagekeo NTT. Kepastian pembukaan kampus baru ini ditandaai penerimaan SK Ijin Pendirian INF dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Denpasar.

Empat pengurus yayasan yang menerima SK masing-masing, Melchior Tibo, Kristoforus Meo, Benisus Pao, Yohanes Freadyanus Kasi. Ijin pendirian INF berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 1074/M/2020 tentang Izin Pendirian Institut Nasional Flores.

SK Mendibkud yang diserahkan langsung oleh Ketua LLDIKTI Wilayah VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa, itu tertuang ijin pendirian terhitung 8 Desember 2020. Pencapaian ijin pendirian kampus baru di Mbay ini sebagai langkah menjawab tantangan peningkatan kualitas SDM warga Nagekeo.

Ketua Yayasan Flores Mentari Nagekeo, Benisius Pao menjelaskan pendirian kampus ini berawal dari keprihatian beberapa tokoh dan pemerhati pendidikan di Kabupaten Nagekeo. Dijelaskan, para tokoh itu masing-masing, Yoseph Fernandes Amekae, Yohanes Freadyanus Kasi, Melchior Tibo, Kristoforus Meo, Valentinus Ngara, dan Engelbertus Ngalu Bali.

“Dari diskusi yang panjang ini akhirnya kami bersepakat bahwa penting hadirnya sebuah lembaga pendidikan di Kabupaten Nagekeo NTT. Diarahkan pada Teknologi Rekayasa Pangan,” paparnya.

SK Institut Nasional Flores Dikeluarkan LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar

Beni Pao menguraikan, kesepakan itu akhirnya dibentuk tim kerja persiapan pendirian kampus. Seluruh prosedur perizinan telah ditempuh hingga izin pendirian diterima dari LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar.

“Kita perlu belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Banyak prosedur dan persyaratan administrasi yang tidak dipenuhi, sehingga berdampak pada keberlangsungan kampus yang ada,” ujarnya.

Sementara Kristoforus Meo salah satu pendiri kampus mengaku, pendirian Kampus Institut Nasional Flores sangat dibutuhkan. Karena wilayah Kabupaten Nagekeo INF merupakan kampus pertama dan fokus pada urusan pangan.

“Pertanian terpadu dalam kerangka teknologi rekayasa pangan untuk kedaulatan pangan di NTT,” ungkap Kristo.

Para pendiri  yakin bahwa lembaga pendidikan ini mampu mengatasi permasalahan rawan pangan di NTT. Apalagi Indonesia saat ini masih berada dalam situasi pembangunan yang tidak merata. Mereka menilai, kegiatan perekonomian
terfokus di Pulau Jawa, sehingga sebagian besar SDM yang profesional dan terampil hanya tertarik di wilayah tersebut.

“Perlu adanya pertumbuhan pusat-pusat kegiatan ekonomi yang diarahkan pada daerah-daerah yang memiliki keunggulan strategis politis. Seperti daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Yang mana sesuai Perpres Nomor 131 tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, Provinsi NTT masuk di dalamnya,” urainya.

INF Mbay Merupakan 2 Institut Baru di NTT

Sementara salah seorang pendiri kampus lainnya Yohanes Freadyanus Kasi menjelaskan, dari total jumlah 76 Perguruan Tinggi di NTT, 2 kampus berstatus Institut. Selain INF di Mbau Nagekeo, satu institut lainnya di Larantuka Flores Timur yakni Institut Keguruan Dan Teknologi.

“Dari data tersebut, menunjukkan bahwa belum ada Institut di NTT yang semua Program Studi (Prodi) tujuan utamanya diarahkan pada Teknologi Rekayasa Pangan. Hal tersebut yang menjadi dasar pemikiran akan hadirnya Institut Nasional Flores (INF) di NTT,” urainya.

Oleh Karena itu, keberadaan Institut Nasional Flores (INF) di Mbay Nagekeo NTT ini diyakini mampu berkontribusi terhadap percepatan pembangunan bidang ekonomi. Selain itu juga memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kristo menjelaskan, alasan lain pendirian Institut Nasional Flores (INF) untuk membuka akses terhadap pendidikan tinggi di NTT yang masih belum merata. Karena selama ini belum seimbangnya antara jumlah dan distribusi perguruan tinggi yang dimiliki dengan jumlah dan domisili para lulusan sekolah menengah atas (SMA).

Menurut Kristo, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di NTT hanya dibangun di Kota Kupang yakni Universitas Nusa Cendana (UDANA) DAN Universitas Timor (UNIMOR) di Kefamenanu Kabupatan Timor Tengah Utara. Kristo berharap, Institut Nasional Flores diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pangan di NTT.

Berikut Program Studi unggulan yang diusulkan pada pendirian Institut Nasional Flores (INF) yakni Prodi Ilmu Pertanian (S1), Ilmu Perikanan (S1) dan Prodi Ilmu Peternakan (S1). Ketiga Program Studi ini akan mulai melaksanakan proses perkuliahan di awal september 2021. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya